Banjir di Perum Periuk Tangerang, Warga: Ini Paling Parah

Tangerang, IDN Times – Banjir yang melanda Jabodetabek menjadi kado awal tahun 2020. Sejumlah kawasan di Jabodetabek harus terendam air lantaran hujan yang mengguyur sejak Selasa (31/12) sore lalu.

Salah satu kawasan yang terdampak banjir di Kota Tangerang adalah Perum Periuk Jaya Permai. Salah satu warga bernama Rati menceritakan bahwa banjir yang melanda perumahannya awal tahun ini merupakan banjir terparah.

Lalu, bagaimana cerita mereka yang terdampak banjir?

1. Warga menyebut rumahnya selama ini tak pernah kebanjiran

Banjir di Perum Periuk Tangerang, Warga: Ini Paling Parah

Rati menceritakan bahwa kawasan perumahannya tidak pernah terkena banjir. Biasanya, kata dia, yang terkena banjir  wilayah belakang perumahannya.

Ia tak menyangka rumahnya akan terkena dampak banjir. Menurut dia, banjir mulai datang pada Rabu sore. Awalnya, ia berada di dalam rumah dan menampung para tetangganya yang rumahnya terkena banjir. Namun, tak berapa lama, rumahnya juga ikut terkena banjir.

“Itu jam 5 sore, ibu masih menampung tetangga yang bagian belakang udah kena banjir, suruh masuk ke rumah, barangkali mau ke kamar mandi atau apa. Ibu belum prepare apa-apa, karena memang gak mengira sebesar ini sampai ke depan ke tempat saya,” tutur Rati di lokasi, pada Jumat (3/1).

2. Tinggi air sampai 1,5 meter

Banjir di Perum Periuk Tangerang, Warga: Ini Paling Parah

Rati tak menyangka banjir yang datang akan besar dan langsung memenuhi kompleks perumahannya dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Lantaran tak mengira akan terkena dampak banjir, Rati mengaku tak mengantisipasi apapun sebelum kejadian.

“Ternyata habis magrib itu datang air bukan nyicil lagi, langsung bres bres bres. Akhirnya ibu malah gak bawa baju sama sekali. Malah ikut terendam bareng. Tahu-tahu sudah sepinggang,” katanya wanita berusia 41 tahun itu.

3. Sebagian warga ada yang mengungsi di masjid

Banjir di Perum Periuk Tangerang, Warga: Ini Paling Parah

Sementara, salah seorang warga yang lain bernama Triana juga mengaku tak menyangka rumahnya akan terkena dampak banjir. Menurutnya, banjir kiriman itu datang karena tanggul di belakang perumahannya jebol.

Karena rumahnya ikut terendam banjir, wanita berusia 61 tahun itu harus mengungsi di masjid perumahan. Triana mengatakan sebanyak 60 warga mengungsi di masjid tersebut.

“Ngungsi di Masjid Al Muhajirin. Ada 60 warga di lantai atas masjid tidurnya,” ucap dia.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb