5 Perasaan Tanda Depresi yang Dapat Mengarah ke Tindakan Bunuh Diri

Sedih sebenarnya bagian dari emosi yang wajar. Setiap manusia pasti pernah merasakan sedih, senang, marah, dan sebagainya. Penyebab kesedihan pun bermacam-macam. Seperti hidup yang tak kunjung membaik, sakit yang tak lekas sembuh, pekerjaan yang tidak segera didapat, dihina orang, dan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Secara garis besar, penyebab kesedihan adalah ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan.

Menjadi tidak wajar dan harus diwaspadai jika kesedihan berlangsung terus-menerus bahkan makin memburuk hingga mengganggu aktivitas seseorang. Ini sudah menjadi tanda depresi yang bila tidak segera ditangani oleh psikolog atau psikiater dapat berujung pada tindakan bunuh diri. Berikut 5 perasaan yang menjadi tanda depresi dan bisa menjadi tindakan bunuh diri:

1. Merasa diri sangat rendah, tidak berharga, dan tidak berguna

5 Perasaan Tanda Depresi yang Dapat Mengarah ke Tindakan Bunuh Diri

Seseorang bisa merasa dirinya sangat bodoh dan apa pun yang dilakukannya tidak pernah membuat segala sesuatu menjadi lebih baik melainkan justru sebaliknya, kian kacau. Ia merasa tidak mampu menolong dirinya sendiri.

Ia merasa tidak memiliki kendali untuk mengarahkan hidupnya ke arah yang lebih baik sehingga hidupnya terasa seperti bola liar yang terus menggelinding ke sembarang arah.

2. Merasa hidup tak lagi layak dijalani

5 Perasaan Tanda Depresi yang Dapat Mengarah ke Tindakan Bunuh Diri

Di luar, kehidupan terus berjalan dan orang-orang tampaknya menjalani kehidupan masing-masing dengan baik-baik saja bahkan riang. Namun ia sendiri merasa begitu hampa. Roda kehidupannya seperti tiba-tiba berhenti ketika roda kehidupan orang-orang masih berputar. Lebih tepatnya, berhenti di bagian yang paling menyedihkan.

Tentu ia merasa kehidupan yang demikian tak lagi layak dijalani. Ada keinginan untuk ‘pindah’ ke kehidupan orang lain. Namun karena itu tidak mungkin, bisa jadi yang kemudian terpikir adalah melakukan bunuh diri.

3. Merasa semua orang senang melihatnya menderita

5 Perasaan Tanda Depresi yang Dapat Mengarah ke Tindakan Bunuh Diri

Bahkan orang-orang yang sebenarnya tidak melakukan apa pun padanya bisa terlihat seperti senang menyaksikannya menderita. Paling tidak, diamnya mereka seperti dukungan pasif untuk orang-orang yang lebih agresif terus menyerang dirinya.

Ia merasa tidak lagi memiliki teman yang benar-benar teman, saudara yang benar-benar saudara. Ia memiliki kecurigaan tinggi pada setiap orang di sekitarnya.

4. Merasa tak seorang pun memedulikannya

5 Perasaan Tanda Depresi yang Dapat Mengarah ke Tindakan Bunuh Diri

Ia merasa tidak pernah dimengerti. Ia merasa sudah berteriak-teriak meminta pertolongan tetapi semua orang mengabaikannya. Tak seorang pun datang padanya. Ia merasa terasing selagi orang-orang di sekitarnya dapat saling berbagi kepedulian, tetapi khusus padanya tidak.

Ia merasa dunia pilih kasih. Ia merasa keberadaannya di antara orang-orang hanyalah antara ada dan tiada. Sosoknya ada, tetapi orang-orang melewatinya begitu saja seakan-akan dirinya tidak terlihat. 

5. Merasa semua akan menjadi lebih baik jika ia tiada

5 Perasaan Tanda Depresi yang Dapat Mengarah ke Tindakan Bunuh Diri

Inilah puncak dari depresi yang sangat berbahaya. Ketika poin 1 sampai 4 sudah dirasakan seseorang dalam waktu yang cukup lama, ia mulai berpikir untuk mengakhiri segalanya. Semua penderitaan, kesedihan, dan rasa sakit akan seketika berakhir jika ia meninggal.

Bila selama ini ia merasa menjadi pusat kebencian atau penderitaan orang-orang, ia berharap kematiannya akan seketika menghentikan seluruh kebencian yang ditujukan padanya atau penderitaan orang-orang.

Perasaan-perasaan di atas yang telah terjadi berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tidak boleh disepelekan. Siapa pun yang merasakannya harus segera membuka diri pada orang yang paling dipercayainya. Jangan terus memendamnya karena hanya akan membuatnya makin parah. Jika tingkat kepercayaan pada orang-orang di sekitar sudah begitu rendah, hubungilah rumah sakit atau biro psikologi untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari psikolog.

Demikian pula jika kita mengetahui ada teman, saudara, atau tetangga kita yang mengalami perasaan-perasaan di atas. Sebelum yang fatal terjadi, bantu ia dengan menciptakan dukungan nyata seperti pendampingan, lingkungan yang positif dan tidak menekan satu sama lain, serta hubungi psikolog agar ia mendapat penanganan yang tepat dan tuntas hingga ke akar masalahnya.

Jika diperlukan, psikolog akan bekerja sama dengan psikiater supaya penanganannya maksimal. Yang perlu diingat, jangan biarkan ia sendirian untuk mencegah terjadinya tindakan bunuh diri sewaktu-waktu. Kepedulian kita akan sangat membantu sesama.