AS-Iran Memanas, Sri Mulyani Pantau Dampaknya ke Dalam Negeri

Jakarta, IDN Times – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memanas. Perseteruan kedua negara bakal berdampak ke negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus memantau dampak dari ketegangan kedua negara, salah satunya dalam menjaga APBN. Sebab, konflik keduanya menyebabkan peningkatan ketegangan di Timur Tengah dan berpotensi mengganggu produksi energi di wilayah tersebut.

“Jadi kita selalu menjaga APBN, ya kita lakukan saja kita akan membuat skenario. Sama seperti waktu 2018 itu juga ada gejolak yang cukup tinggi, tahun 2019 juga gejolak tinggi. Kita akan jaga,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/1). 

1. Pemerintah tidak hanya pantau dampak ke APBN, namun juga faktor lain

AS-Iran Memanas, Sri Mulyani Pantau Dampaknya ke Dalam Negeri

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara tak memungkiri bahwa ketegangan kedua negara bakal memberi dampak pada Indonesia. Namun, pemerintah masih terus melihat perkembangan yang tengah berlangsung. 

“Kita akan lihat terus, ini kan Januari baru tujuh hari, kita akan lihat bagaimana pergerakannya. Nanti dampaknya ke APBN kan tentu dipengaruhi variabel-variabel lain, seperti kurs kita bagaimana, kemudian lifting kita nanti seperti apa. Itu semuanya yang kita perhatikan terus,” ujar dia.

2. Perkembangan APBN dilaporkan setiap bulan

AS-Iran Memanas, Sri Mulyani Pantau Dampaknya ke Dalam Negeri

Suahasil menyampaikan, setiap bulannya Kementerian Keuangan menyampaikan perkembangan dari APBN. Lewat penyampaian itu, nantinya akan diketahui bagaimana dampak ketegangan kedua negara. 

“Setiap bulannya kan ada (konferensi pers) APBN Kita. Nanti akan kita sampaikan berapa yang terkumpul, berapa pergerakan harga minyak, berapa lifting terakhir,” tutur dia.

3. Ketegangan AS-Iran picu kenaikan harga minyak

AS-Iran Memanas, Sri Mulyani Pantau Dampaknya ke Dalam Negeri

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik US$0,22 menjadi US$63,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Maret naik US$0,31 menjadi US$68,91 per barel di London ICE Futures Exchange.