Balas Serang AS, Menlu Iran: Kami Tak Mau Ada Eskalasi atau Perang

Teheran, IDN Times – Iran melakukan balas dendam kepada Amerika Serikat atas kematian Qassem Soleimani dengan meluncurkan belasan misil ke pangkalan militer Irak yang dipakai oleh pasukan koalisi pada Rabu pagi (8/1).

Berdasarkan pernyataan resmi Pentagon yang dikutip oleh AP, ada dua pangkalan yang jadi target yaitu Al Assad dan Irbil. Namun, Iran hanya mengakui telah menyerang pangkalan Al Assad. Sejauh ini belum ada laporan tentang korban jiwa maupun terluka.

1. Menteri Luar Negeri Iran menegaskan tak ingin ada eskalasi atau perang

Balas Serang AS, Menlu Iran: Kami Tak Mau Ada Eskalasi atau Perang

Melalui Twitter, Javad Zarif mengklaim pihaknya hanya melakukan serangan untuk membela diri dan sesuai dengan Piagam PBB. Ia pun menegaskan bahwa Iran tidak situasi semakin buruk, bahkan sampai terjadi perang.

“Iran melakukan dan menyelesaikan langkah-langkah proporsional dalam rangka membela diri sesuai Pasal 51 dalam Piagam PBB dengan menarget pangkalan di mana serangan secara pengecut terhadap warga dan pejabat senior kami diluncurkan,” cuit Zarif.

“Kami tak menginginkan adanya eskalasi atau perang, tapi kami akan membela diri kami melawan agresi macam apa pun,” tambahnya.

2. Donald Trump menyebut “semuanya baik-baik saja”

Balas Serang AS, Menlu Iran: Kami Tak Mau Ada Eskalasi atau Perang

Sedangkan Trump sendiri mengaku belum bisa menyampaikan pernyataan resmi terkait serangan balasan dari Iran. Dalam sebuah cuitan, ia mengatakan baru akan melakukannya pada Rabu pagi waktu Washington.

“Semuanya baik-baik saja! Beberapa misil diluncurkan dari Iran terhadap dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak. Asesmen korban dan kerusakan sedang dikerjakan sekarang. Sejauh ini, sangat baik! Kita punya militer paling kuat dan lengkap di mana pun di seluruh dunia! Saya akan membuat pernyataan besok pagi,” cuitnya.

3. Iran serang pangkalan militer Irak yang ditempati oleh pasukan koalisi Amerika Serikat

Balas Serang AS, Menlu Iran: Kami Tak Mau Ada Eskalasi atau Perang

Pentagon mengatakan bahwa Iran menggunakan “lebih dari selusin misil” dalam serangan tersebut. Seperti dilaporkan CBS News, Korps Garda Revolusi Islam mengaku bertanggung jawab, tapi hanya menyebutkan satu serangan, bukan dua seperti yang dilaporkan oleh Pentagon.

Unit militer Iran itu mengatakan hanya menyerang pangkalan militer Al Assad dan tak menyinggung sama sekali soal Irbil. Iran pun menyebut langkah ini diambil demi Soleimani yang menjadi martir.

“Para tentara unit udara IRGC yang gagah berani telah sukses melancarkan sebuah serangan dengan puluhan misil balitsik terhadap pangkalan militer Al Assad atas nama martir Jenderal Qassem Soleimani,” tulis pernyataan itu.

4. Iran mengancam akan bertindak jika Amerika Serikat membalas dendam

Balas Serang AS, Menlu Iran: Kami Tak Mau Ada Eskalasi atau Perang

Usai serangan itu terjadi, IRGC kembali mengeluarkan ultimatum kepada Amerika Serikat. “Kami mengingatkan seluruh aliansi Amerika, yang memberikan pangkalan mereka kepada tentara terorisnya, bahwa wilayah mana pun yang jadi titik awal atas serangan agresif terhadap Iran akan menjadi target,” tulis IRGC, seperti dikutip kantor berita IRNA.

Pangkalan militer Al Assad sendiri pertama kali digunakan oleh Amerika Serikat ketika invasi terjadi pada 2003. Sekarang ada sekitar 1.500 tentara Amerika Serikat dan koalisi yang menempati fasilitas itu, salah satunya berasal dari Angkatan Bersenjata Norwegia.

Juru bicara Norwegia mengatakan kepada AP bahwa sejauh ini tidak ada dari sekitar 70 tentaranya yang menjadi korban. Belum diketahui bagaimana respons Gedung Putih terkait serangan tersebut.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb