Ratu Elizabeth Utus Staf Kerajaan Cari Solusi Masalah Pangeran Harry dan Meghan

Ratu Elizabeth II menghubungi putranya, Pangeran Charles, serta cucunya, Pangeran William guna berunding mengenai keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle mengundurkan diri dari kapasitas mereka sebagai anggota “senior” keluarga Kerajaan Inggris.Mereka kemudian mengutus staf senior kerajaan untuk mencari solusi.

Istana Buckingham “kecewa” dan para anggota senior keluarga kerajaan diketahui “terluka” oleh pengumuman Pangeran Harry dan Meghan.

BBC mendapat informasi bahwa Pangeran Harry dan Meghan tidak berkonsultasi dengan anggota keluarga kerajaan lainnya—termasuk Ratu Elizabeth II maupun Pangeran William—sebelum mengemukakan pernyataan itu.

Pangeran Harry dan Meghan mengaku keputusan tersebut diambil “setelah berbulan-bulan mempertimbangkan dan berdiskusi internal”.

“Kami berniat mengundurkan diri sebagai anggota ‘senior’ Keluarga Kerajaan dan bekerja untuk menjadi mandiri secara keuangan, seraya terus mendukung penuh Yang Mulia Ratu.”

Mereka juga menyebut berencana membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara selagi “terus menghormati tugas kepada Ratu, Persemakmuran, dan patron kami”.

Setelah merilis pengumuman itu, Meghan Markle dilaporkan kembali ke Kanada.

Selain mengundurkan diri sebagai anggota senior keluarga kerajaan, Pangeran Harry dan Meghan juga mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menerima pendanaan dari Sovereign Grant.

Sovereign Grant merupakan uang publik yang dialokasikan untuk mendanai tugas-tugas resmi anggota keluarga kerajaan. Jumlahnya pada 2018-2019 saja mencapai 82 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,4 triliun.

Pangeran Harry dan Meghan mengaku Sovereign Grant mendanai 5% dari tugas resmi mereka pada 2019, sedangkan sisanya didanai Pangeran Charles melalui penghasilan dari Duchy of Cornwall.

Pemakaian uang rakyat Inggris untuk tugas kerajaan, misalnya, terwujud dalam pengamanan.

Pasutri tersebut digolongkan sebagai “orang yang dilindungi secara internasional”, yang berarti mereka harus mendapat pengamanan bersenjata dari Kepolisian Metropolitan.

Lebih lanjut, Pangeran Harry dan Meghan selama ini menempati rumah di Windsor yang baru direnovasi dengan uang rakyat sebanyak £2,4 juta (Rp43,7 miliar).

Reaksi masyarakat setelah Pangeran Harry dan Meghan mengumumkan keputusan mereka, amat beragam. Banyak pertanyaan diajukan mengenai tugas mereka di Kerajaan Inggris dalam masa mendatang.

Bryony Gordon, wartawan Daily Telegraph yang mengenal dan telah mewawancarai pasangan tersebut, menilai keputusan mereka dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan jiwa setelah menjadi “karung samsak” bagi bangsa yang “misoginis dan rasialis”.

Kemudian, Graham Smith selaku juru bicara gerakan Republik yang menyuarakan kepala negara dipilih oleh rakyat, mengatakan keputusan Pangeran Harry dan Meghan “mencuatkan beragam pertanyaan tentang masa depan monarki”.

Beragam pertanyaan, menurut Smith, juga bisa muncul dari para pembayar pajak mengenai pendanaan pengamanan dan kehidupan mereka di luar negeri.

“Mereka mengatakan akan keluar dari tugas-tugas kerajaan, tapi tidak berhenti mengambil dana publik sampai mereka menemukan sumber penghasilan lain.”

Sementara itu, Menteri Kehakiman Inggris, Robert Buckland, mengatakan “kita harus tetap merayakan dan mendukung” kontribusi keluarga kerajaan kepada Inggris lantaran punya “peran penting dalam layanan publik”.

Pada Oktober lalu, Pangeran Harry dan Meghan mengungkapkan keluhan mereka selama mendapat sorotan media.

Pangeran Harry bahkan mengatakan tidak ingin apa yang menimpa ibunya terjadi pada keluarganya. Putri Diana, Princess of Wales, meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada tahun 1997 setelah sempat dikejar kerumunan paparazzi.

“Saya akan selalu melindungi keluarga saya, dan saya sekarang memiliki keluarga yang (harus) dilindungi.

“Jadi semua yang dia (Diana) alami, dan apa yang terjadi padanya, membuat apa yang terjadi setiap hari menjadi sangatlah penting, dan ini bukan berarti saya paranoid, ini karena saya tidak ingin mengulang apa yang terjadi di masa lalu.”

Pangeran Harry lantas melayangkan tuntutan hukum terhadap pemilik tabloid the Sunthe News of the World yang kini sudah tutup, dan the Daily Mirror terkait dugaan peretasan telepon.