IMS 2020: Mengenal Abdul Mujib, Pakar Psikologi Islam Kedua di Dunia

Jakarta, IDN Times- Gaya hidup Islami sedang tren di masyarakat. Tidak lain karena beragam penelitian membuktikan bahwa segala tindak tanduk yang dianjurkan dalam Islam ternyata memberikan dampak positif bagi jiwa dan raga. Salah satu akademisi yang menggeluti bidang ini adalah Abdul Mujib, pakar psikologi Islam.

Abdul Mujib lahir di Gresik, 14 Juni 1968. Pada 2008, ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang Psikologi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal yang menarik adalah ternyata baru ada dua profesor di dunia yang menekuni bidang ini, yaitu Abdul Mujib dan Achmad Mubarok. Keduanya merupakan akademisi berdarah Indonesia.

Pada Indonesia Millennial Summit (IMS) 2020, Abdul Mujib akan hadir di Panggung Hijrah sebagai narasumber untuk berdiskusi mengenai gaya hidup Islami. Ingin mengenal beliau lebih dekat? Yuk simak fakta-faktanya di bawah ini.

1. Putra desa yang berani melawan stigma terhadap dunia kampus

IMS 2020: Mengenal Abdul Mujib, Pakar Psikologi Islam Kedua di Dunia

Mujib merupakan putra bungsu dari enam bersaudara. Ia lahir di tengah keluarga yang erat akan nilai-nilai Islami. Seluruh sanak saudaranya merupakan alumni pesantren di Jawa Timur.

Mujib bercerita, di desa yang ia tinggali, hampir tidak ada pemuda desa yang ingin melanjutkan kuliah. Semuanya hanya ingin menjadi santri dan mengikuti jejak kiainya. “Dulu orang bilang, buat apa kuliah, izasahnya juga nanti dibuat bungkus kacang,” terang Mujib kepada IDN Times.

Lelaki yang hobi memancing ini hampir saja hanyut dalam stigma masyarakat Desa Palebon. Keinginan untuk kuliahnya muncul setelah menyaksikan bagaimana perkembangan pemikiran dua kakaknya, yang terlebih dahulu menjajal bangku perguruan tinggi.

Jika diperlukan, dia bahkan rela menjual satu-satunya warisan tambak ikan dari orang tuanya demi memperoleh modal kuliah.

Ternyata takdir berkata lain. Kedua orang tuanya justru mendukung semangat Mujib muda. Tanpa harus menjual tambak, dia akhirnya berlabuh di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Malang untuk jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah.

2. Berprestasi dan mahir berbahasa Arab

IMS 2020: Mengenal Abdul Mujib, Pakar Psikologi Islam Kedua di Dunia

Riwayat pendidikan Mujib bermula dari Madrasah Ibtidaiyah Mathlabul Ulum Palebon, Gresik. Kemudian dia melanjutkan studi tingkat menengahnya, sembari mondok, di Madrasah Tsanawiyah Ta’sisut Taqwa Galang, Lamongan. Selanjutnya, pada 1988, ia berhasil menamatkan sekolah tingkat lanjutan di Madrash Aliyah Negeri (MAN) Lamongan. Mujib selalu menjadi yang terbaik di kelasnya.

Sejak kecil, Mujib mahir berbahasa Arab. Kaidah bahasa Arab yang termuat dalam pelajaran Nahwu dan Sorof telah ia kuasai di luar kepala. Siapa sangka, kemampuan Mujib itulah yang dilirik oleh banyak guru. Ketika menjadi siswa di MAN Lamongan, tidak jarang ia menggantikan guru bahasa Arab untuk mengajar. Dia juga sering mengajar privat untuk menambah uang jajan hariannya.

Setelah menamatkan studi sarjananya pada 1992, Mujib memperoleh beasiswa S2 di IAIN Imam Bonjol Padang untuk jurusan yang sama. Ayah dari dua anak ini menamatkan studi doktoralnya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2005 untuk jurusan Kajian Islam. Predikat lulusan terbaik berhasil Mujib dapatkan sepanjang S1 dan S2. 

Seakan haus akan ilmu, setelah dinobatkan sebagai guru besar, Mujib kembali mengambil kuliah magister di Universitas Persada Indonesia (UPI) Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) untuk jurusan psikologi industri organisasi.

3. Menggeluti bidang psikologi Islam

IMS 2020: Mengenal Abdul Mujib, Pakar Psikologi Islam Kedua di Dunia

Bidang akademik yang ditekuni Mujib tergolong unik. Ketika berbagai pakar psikologi merujuk pemikiran tokoh-tokoh Barat sebagai referensinya, dia justru merujuk pemikiran tokoh-tokoh Islam di Timur. Hal itu tercermin dari disertasinya yang meraih Proposal Disertasi Terbaik dalam Mizan Award dengan judul “Konsep Ruh menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah”.

Mujib tidak menampik bila psikologi modern memang tumbuh dari peradaban Barat. Akan tetapi, menurut Mujib, secara historis psikologi merupakan satu bagian dari ilmu jiwa dan tasawuf atau filsafat. Putra dari pasangan Ismail dan Lasmani ini menerangkan bahwa psikologi Islam bukan sekadar melihat aspek perilaku, melainkan turut mengamati aspek kejiwaan.

Karya akademiknya tidak perlu diragukan. Ia telah menulis banyak buku sejak duduk di bangku kuliah. Di antara deretan karya tulisnya adalah:

  1. Teori Kepribadian Perspektif Psikologi Islam (2017)
  2. Ilmu Pendidikan Islam (2006)
  3. Ruh dan Psikologi (2006)
  4. Kawasan dan Wawasan Studi Islam (2005)
  5. Islam dan Psikologi (2004)
  6. Risalah Cinta (2002)
  7. Apa Arti Tangisan Anda (2002)
  8. Nuansa-Nuansa Psikologi Islam (2001)
  9. Dimensi-Dimensi Studi Islam (1994), dsb.

Selain mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Paramadina, dan Universitas Indonesia, jabatannya di bidag psikologi terbilang mentereng.  Pada 2009-2014, Mujib diamantkan menjadi Ketua Pusat Layanan Psikologi Fak. Psikologi UIN Jakarta. Kemudian, pada 2013-2014, ia didapuk menjadi Ketua Produ Magister Sains Psikologi. Puncaknya adalah Dekan Fak. Psikologi UIN Jakarta untuk periode 2014-2015 dan 2015-2019.

4. Abdul Mujib akan berbicara mengenai gaya hidup Islami

IMS 2020: Mengenal Abdul Mujib, Pakar Psikologi Islam Kedua di Dunia

Pada IMS 2020, Mujib akan duduk bersama A. Iskandar Zulkarnain selaku Badan Pelaksana BPKH, dr. Fidiansjah sebagai pakar kesehatan, dan Woro Windrati sebagai pembawa berita Metro TV. Mereka akan berdiskusi mengenai bagaimana gaya hidup Islami bisa memberikan dampak positif bagi jiwa dan raga.

Sesi dengan tema Lifestyle in Muslim Way ini akan berlangsung di Stage Hijrah, IMS 2020, pada Sabtu, 18 Januari 2020 pukul 15.00-15.50 WIB.

5. IDN Times tuan rumah IMS 2020

IMS 2020: Mengenal Abdul Mujib, Pakar Psikologi Islam Kedua di Dunia

IMS 2020 menghadirkan lebih dari 60 pembicara kompeten di berbagai bidang, dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, lintas agama, sosial, lingkungan sampai kepemimpinan millennial.

Ajang millennial terbesar di Tanah Air ini dihadiri oleh lebih dari 5.000 pemimpin millennial. Dalam IMS 2020, IDN Times juga meluncurkan Indonesia Millennial Report 2020 yang melibatkan 5.500 responden di 11 kota di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh IDN Research Institute bersama Nielsen bertujuan untuk memahami perilaku sekaligus menepis mitos stereotip di kalangan millennial.

Simak hasilnya di IMS 2020 dan ikuti perkembangannya di media sosial @idntimes