Pemerintah Tetap Alokasikan Anggaran Subsidi Selisih Bunga KPR di 2020

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menghentikan program bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) mulai 2020. Itu lantaran beban fiskalnya yang begitu tinggi akibat pemerintah harus menanggung selisih bunga selama masa tenor 20 tahun.

Namun, Kementerian PUPR tetap akan menyisihkan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar untuk program SSB di tahun depan, yang bakal digunakan untuk pembayaran akad pada tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Pembiayaan lnfrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menjelaskan, anggaran untuk SSB masih dialokasikan untuk 2020 tapi tidak untuk menerbitkan KPR baru. Anggaran itu digunakan untuk membayar selisih bunga KPR bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang telah berjalan.

“Kami kan bikin penganggaran direncakaan dari tahun ke tahun. Itu sangat tergantung dari bunga yang berlaku, kan namanya selisih bunga supaya kita tetap ke masyarakat itu 5 persen,” terang dia di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (26/12/2019).