Tahun ini Wika Realty Targetkan Marketing Sales Rp2,3 Triliun

PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, menargetkan kenaikan marketing sales dari penjualan produk propertinya pada tahun 2020 sebesar 18 persen menjadi Rp2,3 triliun dari tahun lalu Rp1,95 triliun. Untuk mencapai target tersebut, Wika Realty menyiapkan modal kerja/capital expenditure (capex) sebesar Rp7,6 triliun.

“Situasi bisnis properti memang masih stagnan, namun secara fundamental masih cukup baik. Dan itu yang membuat kami optimistis bisnis properti akan terus tumbuh sepanjang tahun  ini. Target marketing sales kami masih dari penjualan high rise yang merupakan portofolio terbesar, kemudian landed house, dan dari anak perusahaan,” kata Agung Salladin, Direktur Utama Wika Realty, melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Untuk nilai capex Rp7,6 triliun, Agung menyebut dana tersebut berasal dari cash flow internal hasil penjualan, pinjaman, dan rencana initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana di bursa. Selanjutnya capex akan digunakan untuk pengembangan proyek-proyek berjalan serta untuk akuisisi aset termasuk untuk memperkuat portofolio pendapatan berulang (recurring income).

Beberapa strategi telah disiapkan untuk bisa mencapai target penjualan tahun ini, antara lain penjualan produk landed house dan high rise yang siap huni. Untuk memperbesar porsi recurring income perusahaan menyiapkan pendapatan yang stabil selain akselerasi pemasaran proyek-proyek yang dalam proses pembangunan dan telah siap dibangun.

“Strategi lainnya kami akan mengintensifkan pemasaran ritel maupun borongan (bulk) untuk produk-produk eksisting dengan repricing dan reevaluation untuk melihat selera dan daya serap pasar. Kami juga melakukan penetrasi pasar ke kelompok yang sesuai dengan segmen pasar di setiap kawasan,” jelasnya.

Saat ini Wika Realty tengan mengembangkan 12 proyek di berbagai kota Indonesia dengan perincian, tujuh proyek apartemen dan lima landed house. Proyek apartemennya terdiri dari Tamansari Cendekia Semarang, Tamansari Emerald Surabaya, Tamansari Skyhive Jakarta, Tamansari Kencana Bandung, Tamansari Bintaro Mansion, Tamansari Urban Sky Bekasi, dan Tamansari Urban Suites Bekasi.

Untuk proyek perumahan ada Tamansari Metropolitan II dan III Manado, Tamansari Grand Samarinda, Tamansari Puri Bali II Depok, Tamansari Cyber Bogor, dan Tamansari Swarna Palembang. Untuk tahun ini Wika Realty akan mengembangkan delapan proyek baru. Yaitu, Laswi City Bandung (retail area), apartemen Tamansari Savega Jakarta, apartemen Skybox Tangerang, proyek transit oriented development (TOD) Karawang, apartemen Tamansari Equine Jakarta, integrated building Soekarno Hatta Airport (retail  area), hotel di Klaten, dan landed house di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Keseluruhan proyek itu merupakan 29 total proyek dalam pengembangan Wika Realty di  15 kota dan 10 provinsi Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Palembang, Semarang, Surabaya, Bali, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Manado, dan Kendari. Dengan portofolio yang semakin beragam dan kuat, Wika Realty optimistis bisa melakukan IPO pada semester pertama tahun ini.

“Kami sudah memiliki portofolio yang tersebar di berbagai kota-kota besar dan sangat beragam mulai dari landed house, high rise strata title, gedung perkantoran, area komersial, club house, hotel, food court, hingga service building management. Kami cukup yakin kondisi ini bisa menjamin sustainability perusahaan,” jelas Agung.