Soal Uang, Isa Akui Tak Pernah Ditelephon Walikota

Medan – Mantan Kadis PUPR Isa Ansyari mengaku bahwa ada pemberian uang Rp530 juta kepada Kasubag Protokoler Pemkot Medan, Syamsul Fitri. Pemberian itu dikarenakan adanya telephon dari Syamsul agar ia berpartipasi karena Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin melaksanakan perjalanan kunjungan dinas.

Hal ini disampaikan Isa dalam persidangan kasus suap Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin yang menjerat dirinya diruang cakra 1, Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (23/01/2020). Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa itu, ia memang diminta untuk berpartisipasi membantu operasional perjalanan dinas walikota Medan.

Namun, Isa menyatakan bahwa ia juga tidak pernah menanyakan langsung kepada Walikota Medan Eldin saat itu. Bahkan diakui, Dzulmi Eldin sendiripun tidak pernah menelpon soal permintaan uang.

Dari Rp530 juta yang diberikan terdiri beberapa kali pemberian yakni Rp20 juta sebanyak empat kali sedangkan untuk perjalanan ke ichikawa Jepang sebanyak Rp450 juta dengan dua kali transfer masing-masing sebesar Rp200 juta dan cash Rp50 juta langsung kepada Andika.

“Dan yang terakhir sama Andika itulah, ia kena OTT oleh KPK,”sebut Isa.

Diakuinya ia memang merasa keberatan atas permintaan tersebut, namun yang nama loyalitas tetap memberikannya. Bahkan ia merasa sungkan bila menanyakan langsung kepada Walikota Medan soal tersebut.

Ia khawatir ada ketersingungan pimpinan bila menanyakan hal tersebut.

Ia juga meluruskan soal ada kaitan teman Walikota Medan, Ayen yang dapat proyek tanpa melalui lelang atau Tender. Memang pihaknya pernah didatangi oleh Ayen untuk belajar tender, namun ia menyebutkan kalau mau ikut silahkan saja.

Mendengar itu, Ayen menyebutkan yang ikut tender adalah temannya I Ketut. Nah diakui juga meski tidak memakai nama perusahaan milik I Ketut dan memimjam perusahaan orang lain karena tidak sesuai klasifikasinya.

Namun bukan berarti tidak mengikuti dan tetap harus mengikuti tender tersebut, dimana saat itu sesuai hasil penilaian tim lelang berhasil memenangkan karena sesuai persyaratannya.

Inisiatif Syamsul

Sebelumnya persidangan kasus OTT suap Walikota Medan, dalam keterangan kesaksiannya Kabag umum Pemkot Andi membenarkan bahwa Syamsul pernah menelponnya soal kekurangan pembayaran uang perjalanan dinas tapi yang disampaikan Syamsul sekitar Rp500 juta dan bukan Rp900 juta.

Seperti yang disampaikan Syamsul pada waktu itu kepada dirinya, “Bang uang perjalanan Walikota Medan kurang Rp500 juta, jadi bagaimana kalau kita kordinasi dengan para kadis-kadis?,”ucap Andi sembari menirukan apa yang disampaikan Syamsul kepada dirinya.

Mendengar itu, Andi pun meminta agar syamsul berkordinasi terlebih dahulu dan jangan sampai mendahului.

Kemudian Syamsul mengatakan bahwa Eldin setuju, sembari mengatakan kalau waktu itu Eldin mengisyaratkan sembari menganggukan kepalanya.

Tapi andi menyatakan ia pun tidak mengetahui apa maksudnya dengan anggukan kepala tersebut.

Ia juga mengatakan setiap perjalanan Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin ada memberikan uang dalam tas. Dan selama yang ia ketahui uang tersebut selalu dipersiapkan untuk setiap perjalanan.

Nah soal permintaan ke kadis-kadis ia mengatakan tidak mengetahuinya apakah ada perintah langsung atau tidak.(dnalams)