Bantu Kalangan Menengah Bawah Miliki Rumah Impian dengan Harga Terjangkau

Medan (DPR) – Peluang seringkali menghampiri tanpa mengenal batas dan ruang. Datang seperti udara dan membawa harapan yang mampu menghembuskan perubahan. Dibutuhkan naluri tajam untuk
mengolah setiap kesempatan menjadi sesuatu yang berharga yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri ataupun lingkungan sekitar.

Ir. AAM. Sukadhana Wendha atau akrab disapa Indrawendha berhasil membuktikan bahwa inspirasi yang datang pada sebuah peluang akan mendatangkan hasil terbaik jika dilakukan dengan kepekaan dan ketepatan. Dan ia berhasil mewujudkannya lewat bisnis property. Laki-laki kelahiran Denpasar, 13 Mei 1969 ini memulai bisnis di bidang property karena melihat banyak pasangan muda di kantornya sangat antusias ingin membeli rumah.

Namun setelah melihat harga dan cicilan yang melambung, pasangan muda tersebut mundur dari keinginan tersebut. Dari sana Indrawendha melihat sebuah peluang besar untuk menekuni bisnis property dengan harga terjangkau sesuai kemampuan pasangan muda yang ingin memiliki rumah.
Tak hanya ingin menekuni peluang bisnis yang menjanjikan, Indrawendha yang merupakan lulusan Sarjana Teknik Arsitektur dan Pascasarjana Bisnis Manajemen, juga memiliki visi dan misi untuk membantu banyak orang yang ingin memiliki rumah. Akhirnya ia mulai berhitung berapa luas tanah dan bangunan yang dibutuhkan untuk menuntaskan misi dan visi. Indrawendha memiliki visi
merumahkan masyarakat. Sejak itu ia fokus membangun rumah-rumah murah dan percaya bahwa impiannya akan terwujud melalui proses dan kerja keras.

Perjalanan usaha Indrawendha berawal dai nol besar. Sejak usia belia, tepatnya 18 tahun ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perkuliahan. Semua itu dilakukan karena ia berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki keinginan membantu orang tua serta adik-adik.

Ia juga tidak ingin membebani keluarga dengan kuliahnya. Setelah menjadi sarjana, ia mulai membuka usaha sebagai
pengusaha pemula dan membangun satu sampai dua rumah murah untuk masyarakat sekaligus membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah. Dari situ lah Indrawendha semakin fokus membangun
rumah murah bersubsidi. Ia semakin percaya diri dengan usahanya. Lama kelamaan di tahun 1993, ia bisa membangun ribuan rumah murah bersubsidi yang dinamakan Perumahan Bumi Dalung Permai. Ada sekitar 5 ribuan rumah yang dibangun dengan visi misi sosial yang
diembannya.

Tantangan terberat yang dialami suami dari Jro Melati (Ni Made Sutini) dan ayahanda dari AA Atika Paramitha Wendha, AA Ryan Agustha Wendha dan AA Denella
Larasati Wendha dan AA Tighana Wendha ini, ketika memulai usahanya adalah meyakinkan diri sendiri untuk memulai. Setelah memiliki keberanian dan keteguhan hati untuk memulai, ia harus kembali meyakinkan pihak Bank sebagai pendana agar diberikan biaya dan pinjaman modal usaha.

Selanjutnya ia pernah ditantang untuk menghadapi krisis ekonomi, kebijakan monoter pemerintah dan kenaikan bahan pokok serta upah tenaga kerja. Namun semua tantangan tersebut dapat teratasi dan terlewati dengan baik.

Dalam perjalanan untuk mencapai target yang telah ditentukan, Indrawendha tak pernah letih menghadirkan inovasi di bidang market. Alasannya karena bisnis property harus memiliki market yang jelas bahkan pasti dengan sistem kolektif market. Sistem ini akan bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah dan swasta serta Polri sehingga jelas untuk market dan pembelinya.

Indrawendha terus meningkatkan dan mengembangkan bisnis property mengingat potensi pasar yang akan terus berkembang pesat, asalkan jeli melihat peluang dan momen yang tepat untuk memulainya. Di samping itu, bisnis property merupakan kebutuhan pokok akan papan selain sandang pangan terutama pasangan muda yang ingin memiliki rumah baru dengan harga terjangkau.

Perkembangan kota yang semakin maju memicu urbanisasi sehingga banyak yang membutuhkan hunian baru dan akan menjadi sebuah potensi pasar. Menapaki perjalanan bisnis dari nol hingga mendulang sukses bukanlah hal mudah. Motivasi terbesar yang ditanamkan Indrawendha berasal dari dirinya sendiri. Ia memiliki impian untuk hidup mandiri, maju dan sukses.

Semangat untuk maju dan sukses membuat ia bekerja keras untuk mencapai harapannya. Perjuangan yang dilakukan
Indrawendha tak lepas dari kesempatan yang diberikan Sang Pencipta kepadanya.
Menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, Indrawendha membangun manajemen sebagai sebuah sistem dalam menjalankan bisnis sehingga jelas arah dan kontrolnya. Tujuan sistem dibentuk agar dapat memberikan pelayanan terbaik dan mempertahankan kepercayaan masyarakat. Tak hanya itu, ia juga membangun team
work dan regenerasi sebagai sinergi yang positif untuk membangun inovasi dalam bisnis.

Menurut Indrawendha, peluang akan selalu ada dan sebagai pengusaha harus tetap optimis serta berpikiran inovatif untuk menciptakan peluang baru sesuai tren yang ada. Dalam bisnis tetap menjaga keseimbangan antara produk dan kebutuhan sehingga mampu terserap oleh pasar.
Keunggulan dari bisnis yang ditonjolkan Indrawendha, ia memiliki produk yang khusus dan konsisten dalam membidik pasar yaitu rumah murah bersubsidi dengan harga terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah, dimana dari sisi jumlah cukup besar dan banyak.

Menjadi sukses adalah proses. Tentukan tujuan dan jangan pernah berhenti sebelum tiba di sana. Ini menjadi prinsip Indrawendha yang membuat ia terus mengembangkan kemampuan di bidang property terutama rumah murah dan mengembangkan beberapa rumah menengah atas.

Selain berbisnis property, Indrawendha
juga terlibat aktif mengembangkan bisnis SPBU, bank, hotel, villa sebagai penyangga dan penopang bisnis yang saling berkesinambungan agar tetap stabil dan konsisten Mengembangkan setiap lini bisnis yang ada.(japs/bes)