Pemuda Muslimin Sumut Desak Polda Usut Tuntas Kasus Pelemparan Masjid di Perumnas Mandala

Medan (DPR) – Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat mendadak terkait insiden pelemparan Masjid Al Amin di Jalan Belibis, Perumnas Mandala Medan, Percut Sei Tuan, Jum’at (24/1/2020) malam. Rapat ini dipimpin langsung Ketua Wilayah, Jonson Sihaloho.

Rapat mendadak dihadiri langsung Ketua Harian PB Pemuda Muslimin Indonesia, Drs Jhoni Koto, Ketua Wilayah Jonson Sihaloho SH.I dan Sekretaris M. Rosyadi Lubis S.Ag, serta sejumlah pengurus, diantaranya, Okk Jon Masren Saragih SPdi, Wakil Sekretaris Solihan Hasibuan, Khairul Prihandoyo, dan Safrizal SH, guna membahas insiden pelemparan Masjid Al Amin yang terjadi di Jalan Belibis Perumnas Mandala oleh orang tak dikenal (OTK).

Dalam rapat tersebut, Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sumatera Utara meminta kepada pihak keamanan untuk segera menindak tegas para pelaku kerusuhan yang menganggu ketenangan masyarakat.

“Kita serahkan kepada pihak keamanan dalam hal ini kepolisian. Poldasu harus segera menuntaskan kasus ini, jangan sampai melebar. Kami sangat mengutuk para pelaku pelemparan itu, jangan pancing kemarahan umat Islam,” kata Ketua Wilayah Jonson Sihaloho.

Sementara itu, Ketua Harian PB Pemuda Muslimin Indonesia Drs Jhoni Koto, meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menindak tegas para pelaku kerusuhan pelemparan Masjid Al Amin.

“Kenapa harus Mesjid yang dilempar. Itu kan rumah ibadah, bukankah pelaku juga orang yang beragama, lalu kenapa berbuat keji seperti itu,” timpal Jhoni.

Ditambahkannya, Kepada seluruh keluarga besar Pemuda Muslimin Indonesia khususnya di Sumatera Utara, untuk bisa menahan diri, jangan mudah terprovokasi terkait insiden pelemparan Masjid Al Amin.

Suasana di sekitar kejadian pelemparan.(japs)

“Kita mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap siapa pelaku pelemparan itu, apa motifnya, agar kerukunan dan ketenangan selama ini tetap terjaga dengan baik dan damai selalu,” pungkas Jhoni.

Sebelumnya, kejadian pelemparan mesjid tersebut dipicu perasaan tidak senang karena sebuah lapo tuak ditertibkan pemerintah. (japs)