Ada Gejala Pneumonia, Backpacker Asal Jerman Masuk PDP di Tulungagung

Tulungagung, IDN Times – Seorang wisatawan asal Jerman dirawat di ruang isolasi RSUD Dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur. Pasien berjenis kelamin perempuan ini mengalami demam dan batuk serta gejala pneumonia atau radang paru-paru.

Pasien tersebut diketahui merupakan seorang backpacker yang sedang berwisata di kawasan Pantai Sanggar, Kecamatan Tangunggunung, Kabupaten Tulungagung.

1. Hasil rontgen diketahui pasien mengalami gejala pneumonia

Ada Gejala Pneumonia, Backpacker Asal Jerman Masuk PDP di Tulungagung

Wakil Direktur RSUD Dr Iskak Kasil Rokhmad mengatakan, WNA berinisial IG itu awalnya diantar warga sekitar pantai ke Puskesmas Tanggunggunung. Warga mengetahui pasien dalam kondisi demam dan batuk.

Warga Negara Asing (WNA) tersebut kemudian dirujuk ke RSUD pada Jumat malam (20/3). Dari hasil rontgen diketahui pasien berusia 53 tahun tersebut mengalami gejala pneumonia.

“Pasien hingga saat ini masih kami rawat di ruang isolasi dan sudah kami ambil sampel swab-nya,” ujar Kasil, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (22/3).

Ada Gejala Pneumonia, Backpacker Asal Jerman Masuk PDP di Tulungagung

2. Dua pasien lain juga dirawat di ruang isolasi, satu di antaranya balita

Ada Gejala Pneumonia, Backpacker Asal Jerman Masuk PDP di Tulungagung

Selain WNA asal Jerman, rumah sakit ini juga menerima dua pasien lain yang dirawat di ruang isolasi. Salah satu pasien merupakan bayi lima bulan asal Kediri yang mengalami gejala batuk dan sesak napas.

Sedangkan, satu pasien lainnya merupakan warga Tulungagung yang mempunyai riwayat bertemu dengan seseorang dari negara terpapar virus corona, Taiwan, dalam sebuah hajatan pernikahan.

“Semua kami perlakukan sama dan berstatus sebagai PDP (Pasien Dalam Pengawasan),” kata Kasil.

3. Rumah Sakit Dr Iskak merawat lima PDP

Ada Gejala Pneumonia, Backpacker Asal Jerman Masuk PDP di Tulungagung

Sebelumnya, RSUD Dr Iskak telah merawat empat PDP. Dua pasien asal Tulungagung dinyatakan negatif virus corona dan sudah pulang. Dengan tambahan tiga pasien baru ini, saat ini terdapat lima PDP yang masih menjalani perawatan.

Semua pasien telah diambil sampel swab-nya dan dikirim ke laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta.

“Kami tinggal menunggu hasilnya. Sejauh ini masih belum ada temuan kasus positif corona di Tulungagung,” kata Kasil.