UGM Siap Bantu Tes Virus Corona Secara Massal Mulai 30 Maret

Sleman, IDN Times – Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah mempersiapkan reagen kit, untuk membantu pemerintah melakukan rapid test atau tes cepat virus corona (COVID-19).

Reagen kit diperlukan untuk Polymerase Chain Reaction (PCR), yang merupakan metode pemeriksaan virus corona dengan memperbanyak (amplification) DNA invitro secara enzimatis. Teknik PCR telah dikembangkan untuk diagnosis berbagai penyakit infeksi, seperti Hepatitis, HIV, dan Human Papillomavirus.

1. Tes virus corona di UGM beroperasi mulai 30 Maret

UGM Siap Bantu Tes Virus Corona Secara Massal Mulai 30 Maret

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, pada Senin (23/3) direncanakan akan dilakukan proses install dan kalibrasi. Sedangkan, kesiapan operasional dimungkinkan pada Senin (30/3) mendatang.

“Minggu depan kita harapkan. Kalau memindahkan alatnya itu relatif cepat, tapi kita harus menyiapkan reagen-nya, artinya perangkat, zat kimia, untuk bisa sampai itu beroperasi dengan sebaik-baiknya. Kami berusaha secepat mungkin agar bisa membantu kita semua,” kata Panut, Yogyakarta, Sabtu (21/3).

UGM Siap Bantu Tes Virus Corona Secara Massal Mulai 30 Maret

2. Dua laboratorium khusus di UGM sudah tersedia

UGM Siap Bantu Tes Virus Corona Secara Massal Mulai 30 Maret

Panut menjelaskan, untuk melakukan tes virus corona, hanya diperbolehkan bagi laboratorium yang sudah memenuhi standar. Saat ini, UGM telah menyiapkan dua laboratorium yang siap beroperasi.

Running pertama di dua lab untuk 5.000 sampel. Lab yang digunakan adalah Lab BSL2+ di Mikrobiologi FKKMK dan Lab WMP (World Mosquito Program) FKKMK,” kata dia.

3. Rumah Sakit Akademik UGM juga disiapkan

UGM Siap Bantu Tes Virus Corona Secara Massal Mulai 30 Maret

Selain dua labolatorium tersebut, Panut mengatakan, pihaknya juga tengah menyiapkan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM sebagai rumah sakit yang memiliki uji lab, yakni laboratorium untuk pengetesan dan penelitian untuk mencari obat atau mencari vaksin dari penyakit-penyakit paru.

“Kemarin berapa luasan yang diperlukan kemudian kondisinya seperti apa itu sudah dicari di RSA dan kita ada tempatnya, di lantai satu. Ini terus segera ditindaklanjuti agar kita bisa membantu mengatasi krisis atau penyebaran COVID-19,” kata dia.

Panut berharap apa yang diupayakan UGM bisa menambah kemampuan Yogyakarta melakukan tes suspect virus corona secara cepat.

“Ini diperlukan kerja sama dengan pemerintah. Nah, saat ini kita sudah berkomunikasi dengan Kemenkes dan Kemendikbud dan harapannya ini bisa segera kita realisasi,” kata Panut.