Rupiah Pagi ini Tembus Rp16.550 per Dolar AS

Jakarta, IDN Times – Penyebaran wabah virus corona (COVID-19) membuat pasar keuangan terus bergejolak. Aksi jual di pasar keuangan dalam negeri yang terus berlanjut membuat rupiah tertekan.

Berdasarkan data RTI, pagi ini (23/3), nilai tukar rupiah dibuka di angka  Rp16.550 per dolar AS turun 625 poin dibanding Jumat pekan lalu yang masih di posisi Rp15.925 per dolar AS.

1. Pelemahan nilai tukar rupiah dianggap masih wajar di tengah situasi COVID-19

Rupiah Pagi ini Tembus Rp16.550 per Dolar AS

Direktur Utama PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan angka Rp16 ribu cukup wajar dalam kondisi seperti saat ini. Menurutnya, perekonomian dunia juga ikut terimbas akibat COVID-19.

“Wajar kalau seandainya virus corona terus bertambah secara global terutama di Eropa, Spanyol, sampai Amerika Latin ini mengakibatkan ekonomi global kembali lagi terpuruk,” ujarnya kepada IDN Times, Senin (23/3).

2. Nilai tukar rupiah melemah sejak pekan lalu

Rupiah Pagi ini Tembus Rp16.550 per Dolar AS

Rupiah sudah melemah sejak pekan lalu. Pada pembukaan pasar uang Jumat pagi (20/3) berada di posisi Rp15.962, melemah 49 poin dibandingkan penutupan Kamis sore di level Rp15.913.

Menguatnya mata uang dolar AS terhadap mata uang lain dipicu kekhawatiran akan kejatuhan ekonomi menyusul wabah virus corona. Kondisi ini memicu peningkatan permintaan dolar yang tinggi. Penguatan dolar tak terbendung meski sejumlah bank sentral di dunia berusaha mengurangi tekanan dengan melepas dolar mereka.

3. Amukan dolar AS bikin euro dan mata uang lainnya ambruk

Rupiah Pagi ini Tembus Rp16.550 per Dolar AS

Di pasar uang New York,  dikutip dari Antara, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya,  pekan lalu, naik 2,0 persen menjadi 102,73. Ini merupakan level tertinggi sejak Januari 2017. Indeks naik sekitar empat persen selama minggu ini.

“Amukan dolar berlanjut ke sesi lain hari ini di pasar valas, berfokus pada mata uang G10 yang sebelumnya berkinerja baik di tengah-tengah gejolak pasar,” kata Simon Harvey, seorang analis pasar berbasis di London di Monex Europe.

Euro anjlok 2,15 persen terhadap dolar. Terhadap franc Swiss, greenback meningkat 1,9 persen, sementara itu melonjak 2,63 persen