Prajogo Pangestu Sumbang Rp2 Miliar ke RSCM untuk Penanganan COVID-19

Jakarta, IDN Times – Pengusaha Prajogo Pangestu melalui Yayasan Bakti Barito menyalurkan sumbangan Rp2 miliar kepada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sumbangan tersebut akan digunakan untuk pengadaan peralatan dan perlengkapan medis seperti test kit, alat pelindung diri (APD), masker, disinfektan, dan obat-obatan.

“Sumbangan ini untuk membantu rumah sakit pemerintah memenuhi kebutuhan, agar mampu segera berfungsi sebagai rumah sakit yang berkontribusi dalam penanggulangan COVID-19. Sumbangan ini diserahkan melalui rekening bank yang disepakati dengan sepengetahuan dan persetujuan Dirut RSCM,” ujar Komisaris Utama PT Royal Lestari Utama RLU, anak perusahaan Barito Pasific Yasirwan Uyun.

1. Kasus positif virus corona mencapai 686 kasus

Prajogo Pangestu Sumbang Rp2 Miliar ke RSCM untuk Penanganan COVID-19

Juru Bicara Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan, pasien positif virus corona di Indonesia per Selasa (24/3) pukul 12.00 WIB menjadi 686 kasus. Dari 686 kasus, 424 di antaranya berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

“Ada penambahan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 107 kasus, sehingga total saat ini adalah 686 kasus positif,” kata Yuri dalam siaran pers yang disiarkan langsung di TVRI, Selasa (24/3).

Prajogo Pangestu Sumbang Rp2 Miliar ke RSCM untuk Penanganan COVID-19

2. Kasus terbanyak ada di Jakarta

Prajogo Pangestu Sumbang Rp2 Miliar ke RSCM untuk Penanganan COVID-19

Dengan angka kasus mencapai 424, Jakarta masih tetap menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak di Indonesia.

Sebanyak 31 pasien positif virus corona di Jakarta pun telah dinyatakan meninggal dunia. Ada penambahan dua pasien meninggal dunia. Sementara, jumlah pasien sembuh belum ada penambahan, sehingga masih 23 kasus.

3. Korban meninggal bertambah jadi 55 orang

Prajogo Pangestu Sumbang Rp2 Miliar ke RSCM untuk Penanganan COVID-19

Sementara, jumlah korban meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah menjadi 55 orang. Sebelumnya, jumlah pasien meninggal 49 orang.

“Ada penambahan kasus meninggal, sehingga total kasus meninggal adalah 55 orang,” ujar Yurianto.