Warga Ditolak Buat SKT Protes Kades Desa Lama

H.Perak – Siti Maimunah alias Nek Munah (75) warga Lorong Bahagia Belawan bersama 7 ahli waris, ditolak saat akan membuat SKT lahan orangtuanya Halimatun Sa’diah di kantor Desa Lama.
Saat akan membuat SKT di lahan peninggalan orangtuanya di kantor desa, Nek Munah tak digubris, bahkan para perangkat desa merasa acuh tak acuh saja.Kamis (02/04/2020).

Di waktu yang bersamaan, Kades Muliono lalu menutup pintu kantor desa, dan tak berlangsung lama di dalam, Kades pun lari tergopoh-gopoh memasuki mobil lalu pergi.

Karena merasa bingung Nek Munah kembali bertanya kepada petugas penerima tamu yang berada di kantor desa. Dan kembali Nek Munah diarahkan untuk menunggu Kasi Pertanahan Desa Lama.
Informasi yang diterima dari Desa Lama, Nek Munah bersama 7 ahli waris lainnya memiliki warisan sebidang tanah dengan ukuran kurang lebih 6000 M2 di Dusun 1 Desa Lama peninggalan orangtua mereka, Halimatun Sa’diah.
Terpisah, sementara pada tahun 1977 ada surat keterangan jual beli sebidang tanah yang terletak di Dusun 1, Desa Lama. Dalam isi surat tersebut Halimatun Sa’diah mengaku telah menjual tanah tersebut kepada Safinah dengan luas kurang lebih 6000 M2 dengan harga Rp 60 ribu.
Malahan saat ini di lahan Halimatun Sa’diah telah berdiri bangunan rumah yang tak diketahui keberadaan asal muasal suratnya.
Tidak diterimanya Nek Munah bersama ketujuh ahli waris perkawinan Halimatun Sa’diah dan Muhammad Sa’i di kantor Desa Lama diduga kuat kalau pembuatan SKT lahan Halimatun Sa’diah telah direkayasa pihak desa.
Upaya konfirmasi wartawan dengan Kades Desa Lama Muliono terkait SKT tak membuahkan hasil.

Diduga keras Kades Desa Lama Muliono ada merekayasa pembuatan surat keterangan tanah (SKT) di lahan Halimatun Sa’diah di Dusun 1, Desa Lama Kec.Hamparan Perak, Kamis (02/04/2020).
Karena dengan alasan yang tak jelas.

Saat itu Kades Muliono enggan dikonfirmasi wartawan dan langsung pergi menaiki mobilnya.(Gus/Hpr).