Konsumen Bisa Cek Langsung Progres Pembangunan Proyek Double Great Residence

Proyek mixed use Double Great Residence (DGR, 3 ha) di Jalan Kelapa Dua Raya, Kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten, terus berproses untuk membangun tahap pertama yang mencakup tiga tower apartemen. Proyek ini tadinya bernama K2Park yang dikembangkan oleh PT Prioritas Land Indonesia (PLI) dan sempat terkendala setelah kemudian diambil alih oleh perusahaan Cina.

“Jadi sekarang DGR ini statusnya PMA setelah diakuisisi oleh Nantong Double Great Group yang mengakuisisi saham mayoritas 51 persen dan pengembangnya jadi PT Prioritas Gading Indonesia (PGI). Perjalanannya cukup panjang hingga mendapatkan investor baru ini dan kami mulai efektif berjualan lagi Januari 2020,” ujar Marcellus Chandra, Direktur PGI, kepada housingestate.id, Selasa (1/4).

Selain diakuisisi oleh perusahaan Cina, DGR juga menambah konsep Campus Residence untuk menyediakan hunian karena banyaknya kampus di kawasan Gading Serpong. Di DGR sendiri sudah ada kampus Universitas Esa Unggul yang untuk tahap awal akan menampung sebanyak 7.000 mahasiswa dengan luas kampus mencapai 15 ribu m2. Fasilitaas pendidikan lain yang sudah masuk yaitu Stella Maris International School dengan luas 5.000 m2.

Saat ini DGR sudah menyelesaiakan pembangunan pondasi untuk sembilan tower apartemen. Tiga tower apartemen tahap pertama akan mencakup 2.800 unit dengan investasi mencapai Rp900 miliar. Tower 1-2 penjualannya diklaim sudah mencapai lebih dari 50 persen, tower ketiga sudah mulai ditawarkan dengan penjualan 10 persen. Targetnya tahap pertama apartemen ini akan siap diserahterimakan pada pertengahan tahun 2022 dan akan langsung menggarap tahap kedua dengan tiga tower apartemen lagi.

Untuk harganya, DGR menawarkan tipe studio (23 m2) Rp470 juta, 1 kamar tidur (KT, 35 m2) Rp770 juta, dan 2 KT (60 m2) Rp1,2 miliar.

“Untuk meyakinkan konsumen terhadap proyek ini  developer bersedia membeli kembali (buyback) unit yang dibeli konsumen apabila pembangunannya tidak sesuai target yang telah ditetapkan di dalam perjanjian perikatan jual beli (PPJB). ,” tegas Marcel. Upaya developer lainnya untuk meyakinkan konsumen adalah melengkapi proyek dengan banyak kamera CCTV  tayang 24 jam dan bisa diakses oleh seluruh konsumen melalui handphone-nya masing-masing kapan pun mereka mau.

Ia mengaku belajar banyak dari permasalahan proyek ini yang selama  2018 lalu aktivitas pembangunannya terhenti sampai mendapatkan investor  Nantong Double Great Group.  Termasuk mendatangkan kampus ke proyek ini juga merupakan bagian dari persyaratan yang diajukan investor asal Cina tersebut.