Spanyol Salip Italia Jadi Peringkat Kedua Kasus COVID-19 Terbanyak 

Jakarta, IDN Times – Spanyol menyalip posisi Italia sebagai peringkat kedua negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Berdasarkan data dari Johns Hopkins per Sabtu (4/4), Spanyol berada di urutan kedua dengan total 124.736 kasus COVID-19.

Spanyol berada tepat di bawah Amerika Serikat yang menduduki peringkat pertama dengan total kasus 278.458.

1. Angka kasus kematian dan kesembuhan di Spanyol lebih baik ketimbang Italia

Spanyol Salip Italia Jadi Peringkat Kedua Kasus COVID-19 Terbanyak 

Meski demikian, ada sedikit kabar baik bagi Spanyol. Tingkat kematian di Spanyol masih lebih rendah dibandingkat Italia. Tercatat Spanyol memiliki 11.744 kasus kematian akibat COVID-19 di saat Italia berada di angka 14.681.

Angka kesembuhan di Spanyol juga terbilang lebih baik dibanding Italia dengan total 34.219 kasus sembuh, sedangkan Italia berada di angka 19.758 kasus. Peringkat pertama untuk kasus kesembuhan diduduki Tiongkok dengan total 76.942 kasus.

2. Spanyol sudah berlakukan lockdown untuk wilayah Eropa

Spanyol Salip Italia Jadi Peringkat Kedua Kasus COVID-19 Terbanyak 

Dilansir dari Ajazeera.com, penduduk Spanyol diketahui telah melakukan isolasi di rumah sejak 14 Maret 2020 lalu selama 15 hari. Saat ini diketahui masa isolasi diperpanjang rencananya hingga 12 April 2020 mendatang.

Perdana Menteri Pedro Sanchez menyebutkan telah memberlakukan lock down untuk wilayah Eropa. Diketahui restoran, bar, hingga toko-toko ditutup dan penduduk dilarang melakukan pertemuan sosial.

3. COVID-19 memberi dampak buruk besar dalam kegiatan masyarakat

Spanyol Salip Italia Jadi Peringkat Kedua Kasus COVID-19 Terbanyak 

Bank terbesar di Spanyol, Santander menyebutkan pihaknya telah menaikkan kapasitas pinjaman 90 milia euro setelah membatalkan devidennya. Pandemik global ini disebut-sebut telah membekukan aktivitas bisnis.

Selain itu, fasilitas kesehatan termasuk kamar mayat juga disebut telah kewalahan. Pemerintah didorong untuk mendirikan fasiilitas improvisasi di kawasan Madrid untuk menerima jenazah. Rumah sakit darurat juga didirikan oleh Tentara dan petugas pemadam kebakaran.