Yuk, Ke Museum Macan Dengan Tetap Di Rumah

Anjuran untuk tetap di rumah guna memutus penularan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bukan berarti kita tidak bisa berkegiatan. Saat ini semua pihak berupaya untuk tetap bisa menjalankan aktivitasnya dengan memanfaatkan teknologi sehingga tetap bisa connect dengan orang lain namun tetap di rumah.

Salah satunya Museum Macan (Art and Contemporary in Nusantara) di AKR Tower, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Museum Macan mengeluarkan inisiatif digitalnya untuk edukasi seni lewat platform online terkait pandemi Covid-19 sehingga kita yang di rumah tetap bisa menikmati aktivitas seni maupun berbagai acara yang sudah diprogram oleh Museum Macan.

Menurut Direktur Museum Macan Aaron Seeto, program ini merupakan respon positif Museum Macan terhadap situasi sosial yang tengah dihadapi dunia terkait  pandemi yang mudah menular antar manusia ini. Dengan inisiatif digital ini diharapkan masyarakat bisa tetap menikmati seni dengan sokongan teknologi namun tetap di dalam rumah.

“Situasi ini membuat kami bekerja keras untuk menyajikan materi yang bisa diakses dan diunduh dengan mudah selain prioritas lainnya untuk terus merangsang kreativitas dan inspirasi bagi para orang tua dan anak-anak yang beraktivitas maupun belajar di rumah. Kami terus berupaya untuk tetap bisa menghadirkan aktivitas museum yang bisa dinikmati di rumah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Senin (6/4).

Aplikasi online Museum Macan ini juga telah bergabung dengan gerakan global  #MuseumfromHome atau museum dari rumah. Dengan konsep ini, Museum Macan mengundang pengunjung virtual untuk menjelajahi koleksi dan pamerannya melalui tur digital. Beberapa ajang yang bisa dilihat antara lain pameran Melati Suryodarmo: Why Let the Chicken Run? dan Julian Rosefeldt: Manifesto.

Ada juga beberapa kegiatan yang bisa diikuti oleh orang tua bisa berkreasi melalui  lokakarya yang bisa dilakukan bersama anak-anak di rumah. Beberapa program lain dalam inisiatif #MuseummfromHome antara lain jelajah koleksi Museum Macan yang memiliki 800-an karya seni modern kontemporer Indonesia dan internasional. Ada juga panduan karya-karya pilihan yang bisa dinikmati dengan panduan audio dari tim kuratorial museum.

Kemudian tur pameran virtual Macan A to Z yang menampilkann program talkshow khas Museum Macan. Kegiatan ini diisi oleh profesional seni untuk mendiskusikan salah satu istilah kesenian dalam satu jam. Diskusi ini bisa kita ikuti via media sosial Instagram, Twitter, dan Facebook.

Ada juga Q&A dengan Melati Suryodarmo yang akan menjawab berbagai pertanyaan dari pengikut media sosial Museum Macan. Kemudian berbagai aktivitas dengan mengunduh aplikasi untuk kegiatan bersama anak-anak, lokakarya yang dirancang untuk orang tua membuat sesuatu dengan bahan-bahan yang ada di rumah sehingga ada banyak kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan orang tua dan anak-anak.

“Masih ada beberapa kegiatan lain yang menyenangkan untuk mengisi waktu saat kita self isolated di rumah. Misalnya aktivitas digital pojok aktivitas di pameran Julian Rosefeldt yang akan mengajak audiens untuk membuat manifesto mereka sendiri di Instagram Stories menggunakan tempelate yang dirancang oleh tim edukasi museum. Bisa juga berbelanja di Shop at Macan dan menikmati berbagai promo termasuk gratis ongkos kirim,” beber Aaron.