Hari Ini Ridwan Kamil Kirim Surat Minta Status PSBB untuk Tiga Kota

Jakarta, IDN Times – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan telah meneken surat pengajuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan dikirim ke Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Rabu (8/4). Pria yang akrab disapa Kang Emil memprediksi suratnya sudah tiba sore tadi atau esok pagi. 

“Intinya sesuai jadwal hari ini pengiriman (surat) untuk mengajukan status PSBB bagi lima kota dan kabupaten,” ungkap Kang Emil ketika berbicara di program Mata Najwa yang tayang di Trans 7 pada malam ini. 

Lima kota atau kabupaten yang diajukan status PSBB yakni Kota Depok, Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Ia mengajukan kepada Menkes Terawan agar mengizinkan daerah Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi) sama seperti status PSBB yang berlaku di DKI Jakarta. 

Oleh sebab itu, Kang Emil berharap ketika ibukota memulai praktik PSBB, maka lima daerah yang berada di sekitarnya juga melakukan hal serupa. Apa saja upaya pembatasan yang disiapkan oleh Pemprov Jawa Barat?

1. Ridwan Kamil ingin apa pun kebijakan yang diberlakukan di DKI Jakarta juga diterapkan di Jawa Barat

Hari Ini Ridwan Kamil Kirim Surat Minta Status PSBB untuk Tiga Kota

Ia berharap begitu surat pengajuan PSBB diterima oleh Kemenkes, maka pembahasannya bisa dipercepat. Bahkan, Kang Emil menginginkan ketika DKI Jakarta mulai memberlakukan PSBB, demikian pula area Depok, Bogor dan Bekasi. Sebab, tiga daerah penyangga ibu kota ini merupakan zona merah COVID-19. Penyebabnya, banyak orang di Bodebek yang bekerja di ibu kota. 

“Kalau sudah dapat lampu hijau maka PSBB di wilayah Jadebotabek ini akan mendapatkan satu sinkronisasi. Saya juga berkoordinasi dengan Gubernur Banteng, Bupati Tangerang dan Tangerang Selatan sudah mengajukan (status PSBB). Nah, mudah-mudahan ini berhasil,” tutur Emil. 

Ia meminta agar seluruh area Jadebotabek diberlakukan status PSBB karena 70 persen persebaran virus terdapat di wilayah itu. 

2. Ridwan memprediksi Bogor, Bekasi dan Depok paling cepat diberikan status PSBB pada Senin

Hari Ini Ridwan Kamil Kirim Surat Minta Status PSBB untuk Tiga Kota

Kendati sudah mengirimkan surat, tetapi butuh waktu dua hari bagi Menkes Terawan untuk bisa mempertimbangkan pengajuan PSBB bagi 5 wilayah di Jabar itu. Artinya, ketika DKI Jakarta sudah mulai memberlakukan PSBB maka daerah Bogor, Bekasi dan Depok masih belum dibatasi. 

“Kalau lihat prosedurnya kan butuh dua hari. Baru dibahas besok, persetujuannya paling lambat hari Jumat dan baru resmi diberlakukan (PSBB) pada weekend atau Senin,” kata Emil memprediksi. 

Dalam situasi seperti ini, Emil mengaku tidak bisa mengunggu lebih lama agar status PSBB dikabulkan. Sebab, kunci keberhasilan melawan COVID-19 adalah bersikap pro aktif. 

“Dari hasil pro aktif itu lah, maka kami sudah lebih dulu melakukan tes COVID-19 selama satu minggu yang kemudian akhirnya menemukan Pak Bima Arya, Wakil Wali Kota Bandung dan Bupati Karawang,” ungkapnya lagi. 

3. 820 warga Jabar terindikasi positif COVID-19 dari hasil rapid test

Hari Ini Ridwan Kamil Kirim Surat Minta Status PSBB untuk Tiga Kota

Kang Emil juga mengisahkan Pemprov Jabar memiliki 100 ribu alat rapid test dan 20 ribu test PCR. Pemprov kemudian mendahulukan rapid test COVID-19 dan dilakukan sebanyak-banyaknya. 

“Kami sudah membagikan 70 ribu rapid test di 27 kota/kabupaten. Hasilnya mengejutkan ada 820 warga Jawa Barat yang terindikasi positif COVID-19,” ungkap dia. 

Namun, Emil menyadari akurasi rapid test tergolong rendah. Kemudian, terhadap ratusan orang itu dilakukan swab test

“Proses ini lah yang sekarang tengah mengantre. Saya duga dari yang diumumkan oleh pemerintah pusat, maka angka pasien positif COVID-19 diprediksi bisa mencapai dua kali hingga tiga kali lipat,” tutur Emil.