Berjuang Atasi COVID-19, Para Dokter di India Diintimidasi

New Delhi, IDN Times – Di tengah perjuangan mereka dalam memberantas virus corona di India, sebagian besar dokter India justru sedang merasa terintimidasi oleh pihak pemerintah setempat. Hingga saat ini, mereka masih mengalami kekurangan bantuan medis, salah satunya adalah APD (Alat Pelindung Diri). 

1. Rasio populasi dokter di India jauh dari kriteria WHO

Berjuang Atasi COVID-19, Para Dokter di India Diintimidasi

Dilansir dari aljazeera.com, rasio populasi profesi dokter di India saat ini mencapai 1:1.456 dengan total sebanyak 1,2 juta dokter yang tersebar di seluruh India. Rasio tersebut jauh di bawah kriteria standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan standar 1:1.000. Belum lama ini, seluruh dokter di India mendapat teguran karena menyoroti ketidakefisienan pemerintah setempat dalam menyediakan bantuan medis yang memadai untuk memerangi pandemi virus corona.

Sebanyak 4 dokter di rumah sakit Hindu Rao Hospital, yang berada di New Delhi, India, menanggung beban berat karena menyoroti kurangnya APD dan mereka mengalami ancaman pemecatan. Dalam sebuah pernyataan melalui konferensi pers yang digelar hari Jumat, 10 April 2020, pemerintah federal mengatakan ketersediaan APD dengan negara-negara bagian sekitar telah berlipat ganda dari jumlah yang ditetapkan serta 2 juta masker N-95 juga disediakan.

Sehari sebelumnya, seorang dokter yang menangani pasien virus corona di negara bagian Madhya Pradesh meninggal dunia akibat virus corona. Para dokter di India merasa khawatir pasokan APD yang tidak memadai membuat mereka rentan terhadap virus corona.

2. Seorang dokter spesialis kanker mendapatkan interogasi oleh kepolisian Kolkata karena kedapatan memakai jas hujan saat menangani pasien

Berjuang Atasi COVID-19, Para Dokter di India Diintimidasi

Pekan lalu, seorang dokter spesialis kanker, dr. Indranil Khan, ditangkap kepolisian Kolkata lantaran karena mengenakan jas hujan ketika memeriksa pasien penderita virus corona. Ia mengakui telah diinterogasi selama 16 jam lebih, namun pada akhirnya dibebaskan setelah menghapus postingan yang dibuat di media sosial miliknya. Akibatnya, para polisi yang menangkapnya mendapatkan teguran dan memungkinkan adanya hukuman pidana terhadap para polisi tersebut. 

Pihak asosiasi dokter yang berada di New Delhi, All India Institute of Medical Sciences (AIIMS), telah mengirimkan sebuah surat kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi, tentang reaksi keras yang mereka hadapi dari pihak berwenang karena menuntut peralatan keselamatan profesional, namun belum ada tanggapan dari pihak pemerintah India sampai saat ini. Seorang ahli kesehatan bernama Harjit Singh Bhatti berpendapat tujuan pentingnya bersuara yang disampaikan oleh para dokter demi membuat pihak pemerintah mendengar apa yang dikeluhkan mereka selama ini.

Pengamat politik setempat, Ajay Gudavarthy, dengan tindakan intimidasi terhadap para dokter sama saja pemerintah India berusaha untuk membuat citra palsu yang menutupi keterbatasannya. Kini, hanya para dokter serta perawat yang menjadi tumpuan garda terdepan untuk menghadapi penyebaran virus corona di India.

3. Jumlah kasus virus corona di India saat ini

Berjuang Atasi COVID-19, Para Dokter di India Diintimidasi

Hingga tanggal 13 April 2020, jumlah kasus virus corona di India saat ini sudah mencapai 9.240 kasus dengan rincian 331 kasus berakhir meninggal dunia serta 1.096 kasus lainnya berakhir sembuh. Pemerintah India belum lama ini telah melaporkan penambahan sebanyak 35 kasus virus corona. Di India sendiri, kawasan Maharashtra menjadi kawasan dengan jumlah kasus virus corona terbanyak dengan mencapai 2.046 kasus dengan rincian 150 kasus berakhir meninggal dunia dan 217 kasus lainnya berakhir sembuh.

Seperti yang diketahui, India pertama kali melaporkan pertama kali kasus virus corona pada tanggal 15 Februari 2020 lalu dan saat itu, langsung muncul 3 kasus bersamaan di hari yang sama. Semoga pemerintah India maupun di seluruh dunia semakin peduli terhadap para pelayan kesehatan demi menghentikan virus corona yang mewabah secara global beberapa bulan terakhir ini.