Pasien Baru Virus Corona di Aceh Ternyata ABK KM Kelud

Banda Aceh, IDN Times – NS, menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) perdana yang swab atau sampel lendir di tenggorkan yang diuji di Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Provinsi Aceh, menggunakan metode Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Hasilnya, pasien berusia 41 tahun–yang sebelumnya terkonfirmasi 60 tahun, asal Kabupaten Gayo Lues, Aceh, tersebut dinyatakan positif terjangkit virus corona atau COVID-19.

Lalu, bagaimana pasien ini bisa tertular virus mematikan tersebut? Berikut penjelasan singkat Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani, yang disampaikan kepada awak media pada Sabtu (18/4).

1. NS bekerja sebagai ABK KM Kelud

Pasien Baru Virus Corona di Aceh Ternyata ABK KM Kelud

Kapal Motor (KM) Kelud merupakan salah satu transportasi laut yang melayani rute pelayaran dari Tanjung Priok (Jakarta), Batam (Kepulauan Riau), Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau), Belawan (Sumatera Utara) dan sebaliknya.

Pengoperasian kapal itu terpaksa dihentikan sementara waktu karena sejumlah anak buah kapal (ABK) terinfeksi COVID-19. Bahkan, disebut-sebut ada 27 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil swab.

Sebelumnya, NS disebutkan bekerja sebagai ABK yang selama ini berada di Kota Batam, Kepulauan Riau, namun berasal dari Kabupaten Gayo Lues. Belakangan diketahui sebagai ABK KM Kelud. Ia berasal dari Jawa Barat, tetapi istrinya merupakan warga Gao Lues.

“NS yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 itu merupakan seorang ABK KM Kelud, yang asalnya dari Jawa Barat, namun istrinya warga Kabupaten Galus,” kata Saifullah.

Berdasarkan dari data yang ada dan didukung keterangan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan COVID-19 Pemerintah Aceh, bisa diduga NS adalah satu dari sejumlah ABK yang terpapar.

Pasien Baru Virus Corona di Aceh Ternyata ABK KM Kelud

2. Sebelum mengeluh sakit, NS sempat menjalani karantina

Pasien Baru Virus Corona di Aceh Ternyata ABK KM Kelud

Saifullah menjelaskan, NS pertama kali kembali ke Gayo Lues pada 8 April 2020. Ketika tiba di kampung halaman istrinya itu, ia menjalani prosedur kesehatan yang diberlakukan bagi pendatang dari luar daerah, yakni ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Masuk karantina di Balai Latihan Kerja (BLK) Gayo Lues. Baru satu malam dikarantina itu, NS menunjukkan gejala tidak sehat, seperti lemas, sehingga dibawa berobat ke Puskesmas Putri Beutong, Gayo Lues,” ujar dia.

Usai mendapat perawatan di Puskesmas Putri Beutong, NS kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Gayo Lues.

3. NS sempat dirawat di sejumlah rumah sakit

Pasien Baru Virus Corona di Aceh Ternyata ABK KM Kelud

Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Gayo Lues, NS sempat menjalani perawatan selama lebih kurang satu pekan sejak ia mengeluh sakit. Untuk memastikan penyakit yang dialaminya, pihak rumah sakit kemudian merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia di Kota Lhokseumawe.

Di rumah sakit tersebut, NS menjalani tes swab untuk dikirim ke Banda Aceh agar diuji di laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Aceh dengan metode Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Semenatra, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan COVID-19 Pemerintah Aceh mengatakan, NS hanya satu malam di Kota Lhokseumawe. Usai swab diambil, ABK KM Kelud itu kembali dirujuk di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Gayo Lues pada 14 April 2020.

Hasil uji lab swab NS akhirnya keluar. NS terkonfirmasi positif COVID-19.

“Puskesmas Putri Beutong merujuk NS ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Gayo Lues, dan hasil pemeriksaan menunjukkan ada infeksi paru (pneumonia) serta hasil rapid test pun positif,” ujar Saifullah.

4. NS dirujuk ke RSUD dr Zainoel Abidin untuk dirawat lebih lanjut

Pasien Baru Virus Corona di Aceh Ternyata ABK KM Kelud

Untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, NS yang telah terkonfirmasi positif COVID-19, akan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, di Kota Banda Aceh.

Kabar ini sebelumnya juga telah dibenarkan Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, Endang Mutiawati. “Sekarang yang bersangkutan lagi dalam perjalanan ke Banda Aceh,” kata dia.