Jambi Mulai Kajian PSBB, Pemkot Sudah Terapkan Jam Malam

Jambi, IDNTimes – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi sedang mengkaji usulan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kajian untuk PSBB dimulai setelah pasien positif COVID-91 bertambah menjadi 14 orang hari ini, Kamis (23/4).

“Kami sedang mengkaji (pengajuan PSBB), karena ada persyaratan itu untuk daerah yang mengajukan PSBB,” kata Wali Kota Jambi, Syarif Fasha melalui konferensi video, Kamis (23/4).

1. Mulai terapkan pembatasan skala kecil

Jambi Mulai Kajian PSBB, Pemkot Sudah Terapkan Jam Malam

Fasha menyadari tidak mudah bagi daerah untuk mengajukan PSBB. Seperti penyebaran pasien positif COVID-19 di semua kecamatan. Namun faktanya tujuh pasien positif di Kota Jambi berasal dari satu kecamatan, yaitu Pal Merah.

“Selain melihat angka warga yang positif COVID-19, juga dilihat apakah sudah ada korban jiwa atau belum,” ungkapnya.

Jika melihat kondisi Kota Jambi saat ini, Fasha mengakui ada beberapa kriteria yang tidak bisa dpenuhinya sebagai daerah yang akan menerapkan PSBB. “Meski demikian, saat ini kita sudah melakukan penerapan seperti PSBB,” bebernya.

2. Pemkot Jambi atur jam malam warga

Jambi Mulai Kajian PSBB, Pemkot Sudah Terapkan Jam Malam

Fasha mengatakan, mulai awal April 2020, Kota Jambi sudah memberlakukan jam malam. Mulai pukul 21.00 WIB, pelaku usaha tak boleh melakukan aktivitas lagi. Warga Kota Jambi juga tidak diizinkan lagi berkumpul di malam hari.

Pemkot Jambi pun sudah meliburkan sekolah sejak dua bulan terakhir. Aktivitas belajar mengajar tak lagi di sekolah, tapi melalui daring. “Kepada seluruh ASN di Pemkot Jambi juga sudah Work From Home,” ungkapnya.

Penerapan pshycal distancing dan social distancing juga menjadi kewajiban warga Kota Jambi dalam menjalankan aktivitas. Kewajiban menggunakan masker saat keluar rumah misalnya, dan tidak diizinkan membuat kegiatan yang mengundang keramaian.

3. Batasi kunjungan di Kecamatan Pal Merah

Jambi Mulai Kajian PSBB, Pemkot Sudah Terapkan Jam Malam

Kecamatan Pal Merah sebagai daerah dengan warga positif COVID-19 terbanyak di Kota Jambi, sudah melarang kunjungan pendatang luar. Pejabat pemerintahan setingkat Camat, Lurah dan Ketua RT sudah mendapat arahan oleh Wali Kota Jambi terkait hal ini.

“Kami minta kepada seluruh Ketua RT melakukan pembatasan kepada pendatang. Jika baru ditemukan ada warga dari luar, segera didata,” tegas Fasha.

Camat Pal Merah juga diminta memantau seluruh puskesmas di wilayah kerjanya. Dengan demikian, pendataan warga yang terpapar COVID-19 cepat diketahui, agar mendapat tindakan oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Jambi.