Cegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan, Beginilah Caranya…

DPR | Saat menunaikan ibadah puasa selain harus menahan makan dan minum, juga memiliki tantangan tersendiri jika berkaitan dengan kesehatan mulut dan gigi.

Dimana salah satu yang cenderung dikeluhkan adalah hadirnya bau mulut yang menganggu.

Menanggapi hal tersebut dokter gigi spesialis penyakit mulut, drg. Febrina SpPM, terkait dengan bau mulut, faktor kebersihan mulut sangat penting.

Bau mulut atau halitosis dapat bersumber dari dalam mulut (gigi berlubang, karang gigi, radang gusi, kelainan jaringan peridontal.

Sariawan, mulut kering (air ludah atau saliva kurang, atau kelainan mulut lainnya) dan juga sumber di luar mulut (seperti kelainan pencernaan).

kelainan THT, penyakit gula (diabetes mellitus), penyakit ginjal, dan penyakit sistemik lainnya).

Untuk mencegah bau mulut bisa dilakukan dengan memberikan perawatan pada gigi dan mulut, yang sederhana namun rutin.

Dimulai dari yang paling sederhana dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, saat setelah sahur dan sebelum tidur.

Menyikat gigi pun tak bisa sembarangan. Ini yang cenderung dianggap sepele tapi berperan penting.

Pertama, sebaiknya sebelum menyikat gigi, gunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi agar tidak ada sisa makanan yang tersembunyi.

Di sela gigi yang dapat menyebabkan peradangan gusi dan atau infeksi pada gusi dan jaringan pendukung gigi (jaringan periodontal).

“Ada beberapa macam pilihan dental floss. Bila baru pertama kali akan mencoba sebaiknya dipakai di depan cermin, agar dapat memasukan benang gigi di sela-sela gigi dengan baik, dan mengeluarkan sisa makanan yang ada,” ujarnya Senin 27 April 2020.

Kedua, menyikat gigi harus membersihkan seluruh permukaan gigi, jadi jangan hanya bagian gigi yang terlihat dari luar, tetapi semua bagian.

Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang masih dalam kondisi baik dan ujung sikat gigi sebaiknya lebih kecil.

Sehingga dapat menjangkau permukaan gigi geligi dengan lebih mudah, dan gunakan pasta gigi berfluoride.

Selanjutnya, bersihkan lidah atau menyikat lidah dengan menggunakan tongue scraper atau sikat lidah, atau bisa juga dengan menggunakan sikat gigi saat membersihkan gigi.

Selain itu, keempat, dapat digunakan juga obat kumur bila terdapat peradangan di dalam rongga mulut. Pilih obat kumur yang tidak mengandung alkohol.

Pada pengguna gigi palsu yang lepasan, harap diperhatikan pula kebersihannya. Bersihkan gigi palsu minimal 2 kali sehari saat sikat gigi.

Dapat pula dibersihkan dengan menggunakan antiseptik yang khusus untuk gigi palsu. Jangan gunakan gigi palsu pada malam hari.

“Tetapi gigi palsu di rendam dalam air di gelas atau tempat khusus gigi palsu,” kata dia.

(sumber: transbisnis.com)