Bank BTN Tawarkan 1.831 Aset Properti Dengan Harga Miring

Dproperty.co.id | Sebanyak 1.831 aset dengan nilai total sekitar Rp 6,06 triliun, ditawarkan Bank BTN dalam Investor Gathering bertajuk Properti Murah di Era New Normal, melalui daring (dalam jaringan) yang digelar hari ini, Kamis (30/7). Aset yang ditawarkan berupa proyek perumahan, proyek apartemen, rumah, kost atau kontrakan, perkantoran, unit apartemen, pabrik, ruko, hingga gudang yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury menjelaskan, Bank BTN memberikan peluang bagi para investor untuk membeli ataupun mengelola aset-aset dari Bank BTN menjadi aset yang produktif  dan bermanfaat serta dapat mendukung program pemerintah menggerakkan perekonomian nasional. Gathering tersebut, kata dia, untuk membantu  para investor dan pelaku usaha menginvestasikan dananya untuk aset yang tepat.

“Investor Gathering ini juga bertujuan untuk menggalang penjualan aset para debitur Bank BTN yang tidak performing sekaligus sebagai salah satu strategi untuk mendorong pemulihan aset korporasi, yang tidak produktif menjadi aset yang produktif menghasilkan profit, baik ke BTN maupun ke investor baru,” jelas Pahala Nugraha Mansury.

Harga yang ditawarkan Bank BTN ke investor, sambung Pahala, sangat miring karena hanya harga pokok  dengan bunga yang bisa dinegosiasikan atau negotiable sehingga menarik untuk investor. Aset-aset tersebut dapat dikelola atau dijual kembali oleh para investor. Agenda Investor Gathering yang digelar melalui aplikasi Zoom dan kanal YouTube Bank BTN ini dipandu oleh moderator, Indra Utama yang merupakan Pemimpin Redaksi Property&Bank dan Ketua LSP AREA.

Dalam investor gathering yang diikuti ratusan investor di seluruh Indonesia, baik dari developer, agen penjualan properti, dan investor properti itu, Bank BTN mematok target penjualan aset sebesar Rp 1 triliun yang terdiri dari Rp 800 miliar dari penjualan aset seperti perkantoran, pabrik, gudang, proyek apartemen dan proyek perumahan dan Rp 200 miliar dari penjualan aset perumahan, atau unit apartemen.

Direktur Remedial and Wholesale Risk Bank BTN, Elisabeth Novie Riswanti menjelaskan, dalam e-book yang dibagikan kepada Investor memuat informasi lengkap mengenai jenis properti, luas tanah/bangunan, lokasi dan informasi lainnya termasuk dokumen, harga jual, nilai appraisal termasuk nilai pasar dan nilai likuidasi, sisa kredit, denda dan lain sebagainya secara transparan.

“Kami memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada calon investor agar mereka bisa menghitung nilai investasi, kemungkinan keuntungan yang mereka terima dalam jangka panjang sehingga ke depan mereka dapat memproyeksikan imbal hasil investasi atau return of investment mereka,” kata Novie.

Menurut Novie, proyek perumahan masih prospektif mengingat tingginya backlog perumahan dan kebutuhan rumah yang masih tinggi. Lokasi akan menjadi pertimbangan utama, selain faktor kelengkapan dokumen. Namun demikian, kata dia, investor yang tertarik akan dilakukan due diligence untuk mengkonfirmasi potensi dan prospek dari aset yang dijual atau lelang.

Dijelaskan Novie, untuk mendapatkan aset tersebut, investor cukup mengajukan form minat, dan petugas dari Bank BTN akan memproses lebih lanjut para investor untuk ikut serta dalam lelang dan proses due diligence. Proses dan mekanisme lelang, maupun mekanisme lain untuk pengambilalihan aset tersebut dilakukan sesuai ketentuan lelang  atau peraturan perundangan  yang berlaku  agar memenuhi aspek legalitas.

Novie menambahkan, penjualan dan pelelangan aset merupakan strategi yang cukup efektif dalam recovery aset Bank BTN. Tahun ini, Bank BTN menargetkan bisa menembus Rp 3 triliun, dan acara Investor Gathering ini akan rutin diagendakan. Selain itu, Bank BTN juga gencar mempromosikan portal www.rumahmurahbtn.co.id yang disediakan bagi para peminat rumah murah yang merupakan agunan kredit Bank BTN yang sudah tidak performing.

“Peminat dapat langsung memilih dan menghubungi langsung petugas kami agar dapat didaftarkan dalam proses lelang aset tersebut, kami buat semudah mungkin diakses, sehingga semua kalangan dapat membeli rumah lelang,” kata Novi menjelaskan.

Proses Lelang Sangat Mudah
Sementara itu, Direktur Lelang, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan DJKN Kemenkeu Joko Prihanto menjelaskan, proses lelang saat ini dipermudah dan tetap aman. Pemerintah melalui DJKN sudah membuka ruang bagi masyarakat agar mudah mengikuti fasilitas lelang yg dapat diakses melalui www.lelang.go.id dan aplikasinya pun sudah dapat diunduh ke ponsel.  Dengan mengikuti lelang, Joko menilai,  masyarakat secara tidak langsung ikut membantu Pemerintah dalam memulihkan aset pemerintah dan menggerakkan ekonomi.

“Jika seluruh properti yang dilelang BTN ini terjual semua, maka nilai barang akan meningkat, rumah terjual akan ada transaksi, peredaran barang, jasa, renovasi, dampak pergerakan ekonomi ini akan luar biasa,” kata Joko. (sumber: Propertynbank.com)