Terhitung Hari Ini Netflix dan Spotify Resmi Dikenai PPN

Dproperty.co.id | Mulai berlaku hari ini, perusahaan digital OTT (Over The Top) asing seperti Spotify maupun Netflix resmi dikenai PPN untuk layanannya.

Aturan pengenaan tersebut tertuang dalam PMK Nomor 48/PMK.03/2020.
PMK tersebut berisi aturan mengenai tata cara penunjukan pemungut, pemungutan, dan penyetoran, serta pelaporan PPN atas pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud. Dan/atau jasa kena pajak dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean melalui perdagangan sistem elektronik.
Oleh sebab itu terkait hal ini sejumlah perdebatanpun sempat muncul.

Direktur eksekutif ICT Indonesia, Heru Sutadi menyampaikan terhadap perusahaan OTT asing tersebut, pemerintah sebaiknya bukan hanya mengenakan pajak PPN saja. Namun juga mengenakan PPh atau pajak penghasilan. Hal tersebut ia katakan karena PPN lebih menyasar kepada para pengguna layanan.

“Sebab kalau PPN lebih menyasar pembeli atau pengguna layanan yang dari Indonesia. Sementara keuntungan perusahaan dari iklan. Dari penjualan layanan kepada orang Indonesia tidak dikenakan,” terang Heru (31/07/2020).

Menurut dia, pemerintah memang harus menerapkan skema pemajakan yang komprehensif bagi perusahaan seperti OTT. Selain itu ia sampaikan juga tentang pengenaan kewajiban pajak yang setara dengan pemain lokal.
Diketahui ada sebanyak 6 perusahaan global yang telah resmi menjadi wajib pungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang dan layanan jasa digital.

Keenam perusahaan tersebut yakni Google LLC, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Amazon Web Services Inc, Google Ireland Ltd, Netflix International B. V, serta Spotify AB.

Dan terhitung hari ini, 1 agustus 2020, produk maupun layanan digital yang ditawarkan oleh ke-6 pelaku usaha tersebut akan dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Tayangan film di Netflix serta layanan digital lainnya resmi dikenai PPN sebesar 10 persen.

(sumber: primaberita.co.id)