Paslon ReHap Janji Rehab Infrastruktur Desa di Kecamatan Aek Bilah

Tapsel (DPR) – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati Tapanuli Selatan nomor urut 1, Yusuf Siregar – Robby Agusman Harahap (ReHap) berjanji akan membenahi infrastruktur di desa – desa Kecamatan Aek Bilah, serta akan memperjuangkan tanah ulayat masyarakat di sana.

“Jika terpilih nantinya menjadi Bupati dan Wabup Tapsel, kita akan membuat perubahan selama 5 tahun kedepan bagi daerah -daerab yang jarang tersentuh pembangunan dan luput dari perhatian Pemkab Tapsel, khususnya Desa Biru yang kondisi infrastrukturnya masih banyak yang babak belur,” kata Ketua Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Tapsel, Lady Namarina Siregar dihadapan masyarakat Desa Biru saat menggelar sosialisasi bersama Paslon Cabup-Cawabup Nomor urut 1, Senin (12/10/2020).

Lady yang juga anak dari Yusuf Siregar pada kesempatan tersebut juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan dan memenangkan Cabup -Cawabub Yusuf Siregar – Robby Harahap di Pilkada Desember 2020 mendatang.

“Saya berharap bapak/ibu masyarakat Desa Biru, Kecamatan Aek Bila bersatu memenangkan Paslon Nomor urut 1 yakni Yusuf Siregar dan Robby Agusman Harahap,” tuturnya.

Sementara, Cawabub Robby Agusman Harahap mengatakan didaerah ini banyak lahan atau tanah Ulayat yang harus diperjuangkan. Selain itu, masih banyak kondisi infrastruktur yang rusak akibat jarang tersentuh pembangunan.

“Mari kita REHAB dulu Tapsel. Marganti Jolo kita. Masyarakat bosan dengan Pemerintahan yang ada saat ini. Kita perlu transparansi. Kita buat komitmen bersama jika Yusuf-Robby terpilih, jalan desa ini akan diperbaiki dan tanah Ulayat akan kita perjuangkan. Dan ini termasuk visi misi kami yakni membentuk Peraturan Daerah (Perda) perlindungan masyarakat adat tanah Ulayat,” cetusnya.

Robby juga menjelaskan bahwa persoalan tanah masih banyak terjadi di Tapsel. Sehingga diperlukan Perda untuk mengatur persoalan tanah ini.

“Salah satunya di Kecamatan Aek Bilah yang masuk dalam kawasan hutan, yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan adanya Perda, sehingga tanah masyarakat mendapat pengakuan dari pemerintah. Dan kita akan membuat dan mengajukan program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) ke Pemerintah Pusat, terangnya seraya menambahkan hal ini bisa terjadi jika pemimpinnya memiliki niat untuk memperjuangkan rakyat.

Robby juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Aek Bilah termasuk daerah yang terbelakang dan jarang diperhatikan Pemkab Tapsel, sehingga sangat berdampak pada perekonomian rakyat yang sulit untuk bangkit diakibatkan kondisi infrastruktur yang babak belur. (japs)