Peternak di Asahan Kembangbiakkan Kambing Bertanduk Empat

mediasumutku.com | ASAHAN-Seorang peternak kambing jenis biri-biri, Saman alias Abeng (45) warga Kisaran Barat, Kabupaten Asahan tengah mencoba mengembangbiakkan kambing bertanduk empat di usaha peternakannya. Kini ia telah memiliki empat ekor kambing berjenis biri-biri bertanduk empat.

Ditemui di lokasi usaha peternakannya di Jalan Cut Nyak Dien, Kisaran, Abeng menyebutkan, usaha peternakan kambing yang sudah 10 tahun dijalaninya itu, baru setahun terakhir ini ia coba. Mulanya ia memiliki kambing pejantan biri-biri Garut untuk dikawinkan dengan kambing lokal.

“Bagi saya, kambing ini jenis baru. Saya akan coba mengembangbiakkan, dan hasilnya sudah mempunyai anak tiga ekor. Sedangkan babonnya (induk jantan) sudah dijual,” jelas Abeng.

Untuk perawatan kambing dengan tanduk empat ini, kata Abeng, tidak memiliki perbedaan dengan kambing yang lain. Terkadang banyak orang yang datang menemuinya untuk mencari kambing unik ini.

“Memang rencananya mau dijual, dengan harga Rp 5 juta,” jelasnya.

Sementara itu, Mulyadi seorang pengawas peternakan di Kabupaten Asahan menyebutkan, secara umum tidak ada jenis atau ras kambing (domba) tertentu memiliki tanduk lebih dari sepasang tanduk, sesuai dilansir dari waspada.

Namun, ada beberapa kasus kambing memiliki lebih dari sepasang tanduk yang disebut gen poliserat (tumbuh banyak tanduk), untuk saat ini ditemukan paling banyak delapan tanduk. Secara umum, gen ini bila terjadi dengan manusia, seperti memiliki jari tangan lebih dari sepuluh.

“Hal ini disebabkan oleh kelainan genetik, atau gen poliserat dan diturunkan kepada turunannya,” jelasnya.

Disinggung apakah kambing bertanduk empat bisa dikembangbiakkan, Yusnani, menjelaskan, selama sistem reproduksinya tidak ada masalah, hal itu tidak tertutup kemungkinan bisa saja.(MS10)