Buka Sesi Debat, Bobby Nasution: Medan Ke Depan Tak Lagi Jadi Metropolitan Semu

mediasumutku.com | MEDAN – Sesi pembuka debat perdana Pilkada Medan 2020 di Hotel Grand Mercure, Sabtu (7/11/2020), dimanfaatkan pasangan no urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman untuk mempertegas langkah saat masyarakat mendaulat mereka memimpin Kota Medan ke depan.

“Kami akan memperbaiki Kota Medan yang selama ini terkesan menjadi kota metropolitan semu. Selama ini kita ketahui kalau anggaran triliunan terbuang sia-sia dengan apa yang ada di Kota Medan. Banjir, jalan rusak dan perekonomian yang stagnan. Untuk itu dengan program kolaborasi yang kami bangun, kami siap memperbaiki semuanya,” tukas Bobby.

Sementara itu, Aulia Rachman sendiri menjelaskan Kolaborasi Medan Berkah yang dibangun selama ini akan mengedepankan program Medan Berkarakter dan Religius.

“Program Maghrib Mengaji dan Sekolah Minggu akan lebih kita kedepankan untuk membentuk Medan yang religius,” paparnya.

Selain itu, program kesehatan akan terus diperbaiki dengan pelayanan kesehatan 24 jam yang akan dikedepankan pasangan Bobby-Aulia.

“Salah satunya dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kota Medan dan memperbaiki pelayanan pemegang BPJS,” jelasnya.

Terakhir, Aulia Rachman menegaskan satu lagi program yang akan dijalankan pihaknya adalah perbaikan dunia pendidikan.

“Kita menargetkan 1.000 beasiswa gratis dan progam beasiswa S2 bagi para guru. Selain itu, kita akan memberi perhatian lebih bagi para guru honorer,” tutupnya. (*)
Ditanya Kesejahteraan Warga Medan Utara, Akhyar-Salman Salahkan Pusat

MEDAN – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi terus menyalahkan pemerintah pusat terkait kesejahteraan yang belum nampak di kawasan Medan Utara.

Hal itu terlihat dalam debat paslon Pilkada Medan 2020, saat menjawab pertanyaan dari Calon Wakil Walikota Medan Nomor Urut 2, H. Aulia Rachman terkait kesejahteraan masyarakat, khususnya di Medan Utara.

“Saat ini kita ketahui kalau di Medan Utara kesejahteraan belum terlihat. Ini disinyalir karena kurangnya perhatian Pemerintah Kota Medan,” ujar Aulia yang notabene penduduk Medan Utara.

Aulia Rachman sendiri menegaskan pihaknya akan melakukan pendataan ulang di kawasan Medan Utara. Tujuannya untuk mengetahui detail potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada. “Kita akan lakukan pendataan ulang dan mengembangkan UMKM di kawasan tersebut. Medan Utara itu gerbang perekonomian, tapi masyarakatnya secara umum tidak sejahtera,” tukasnya.

Menyikapi hal ini, Akhyar Nasution sempat menjawab kalau penurunan tingkat kesejahteraan juga terjadi di tingkat nasional. Selain itu, Akhyar menegaskan akan memaksimalkan sistem penangkapan ikan dan akan membuat rumah ikan.

Sementara itu, Salman Alfarisi terus menekankan kalau UU Omnibus Law yang baru disahkan menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Kita ketahui kalau UU Omnibuslaw ini jelas akan sangat merugikan masyarakat, khususnya kaum buruh dan akan sulit meningkatkan kesejaheraan masyarakat,” tegasnya seperti yang kerap disuarakan Partai Keadilan Sejahtera yang merupakan partai pendukung Akhyar-Salman.

Diberi kesempatan menyanggah, Bobby Nasution mengatakan fakta bahwa industri-industri di Medan Utara yang belum menggunakan warga setempat sebagai pekerja, harus segera diubah. Masyarakat Medan Utara, menurutnya, harus mendapatkan manfaat dari keberadaan industri-industri skala lokal maupun nasional yang ada di daerahnya.

“Caranya, kita harus kembangkan pelatihan-pelatihan kerja dengan standar Badan Sertifikasi Profesi. Sehingga, masyarakat Medan Utara punya kualifikasi untuk diterima sebagai pekerja,” timpal Aulia Rachman.

Lebih jauh, sambung jebolan pesantren ini, pihaknya juga akan mengembangkan SDM warga Medan Utara agar tumbuh mandiri mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pelatihan-pelatihan kewirausahaan juga akan menjadi fokus Pasangan Bobby-Aulia.

“Syukur-syukur ke depan mereka akan menjadi pengusaha besar dan sukses,” pungkasnya. (*)
Debat Kandidat, Bobby Sebut Korupsi Sebabkan Infrastruktur di Medan Buruk

Medan- Bobby Nasution dan Aulia Rachman menyoroti buruknya kinerja pembangunan di Kota Medan saat debat kandidat putaran pertama yang digelar KPU Medan di Grand Mercure, Sabtu (7/11/2020).

Debat kandidat yang disiarkan langsung di Inews TV mulai pukul 14.00 Wib itu merupakan salah satu cara kampanye Paslon di Pilkada Medan 2020.

Debat dengan durasi sekitar dua jam yang dipandu oleh moderator Febrina Permata dan Rudianto itu dibagi dengan beberapa sesi dengan tema penanganan covid, pembangunan daerah, pencegahan narkoba hingga sektor perekonomian.

Di awal debat, Bobby Nasution bilang visi-misi yang diusungnya dibuat dari melihat buruknya manajemen Pemko Medan dalam penanganan korupsi. Hasilnya, pembangunan infrastruktur tak maksimal.

“Masalah banjir, jalan berlubang, korupsi jadi masalah tak selesai. Maka itu perlu kolaborasi untuk wujudkan perubahan di Medan jadi lebih berkah,” kata Bobby.

Pada sesi memajukan daerah, moderator menohok pertanyaan soal buruknya jalan di Kota Medan. Katanya, dari 3017 Km panjang jalan di Medan sebanyak 15 persen rusak.

“Dari data itu, berarti sekitar 450- an Km jalan Medan rusak dan itu dikeluhkan masyarakat. Bahkan kondisi itu telah memakan korban, kecelakaan. Jelas itu harus diperbaiki. Caranya proyek jangan dikorupsi, kami akan terapkan birokrasi bersih. Itulah kuncinya, transparansi anggaran,” papar Bobby.

Ditimpali Aulia Rachman, untuk memajukan Kota Medan tak akan mungkin hanya berharap pada APBD. “Butuh bantuan juga anggaran dari APBN. Kita dalam kondisi sangat diuntungkan karena ada akses kolaborasi kota Medan dengan pusat,” kata Aulia.