FKIP UNA Perkuat Keterampilan Berbahasa di Era New Normal

mediasumutku.com | ASAHAN – Civitas Akademika Universitas Asahan (UNA) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melakukan penguatan keterampilan berbahasa bagi kalangan mahasiswa dengan menggelar Webinar Nasional Bahasa dan Sastra Tahun 2020.

Ketua Panitia Webinar Bahasa dan Sastra Tahun 2020, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UNA, Wan Nurul Atikah Nasution, S.Pd, M.Pd bersama Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Nila Sudarti, S.Pd., M.Pd dalam siaran persnya kepada wartawan, Sabtu (7/11/2020) mengatakan, kegiatan webinar ini dilaksanakan untuk mengisi sekaligus menyemarakkan bulan bahasa tahun 2020 dengan kegiatan bermanfaat.

Dimana, pelaksanaannya menyertakan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNA.

“Webinar ini merupakan upaya untuk memperkuat bahasa dan sastra di era kenormalan baru, meski saat ini kondisi masih dilanda Pandemi Covid-19, bukan berarti kegiatan Bahasa dan Sastra terhenti, namun harus diperkuat, sehingga eksistensinya tetap terjaga”, kata Wan Nurul yang juga menjabat sebagai Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNA.

Kegiatan webinar menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr, Rohmadi, M. Hum serta Peneliti Muda Balai Bahasa Sumut, Suyadi San, S.Pd., M.Si keduanya tampil sebagai pembicara dalam kegiatan yang dibuka Dekan FKIP UNA, Dr, Ely Ezir,M.S, baru-baru ini.

Dalam pemaparannya, Dr. Rohmadi, M.Hum menyampaikan, materi berjudul Penguatan Bahasa, Sastra, dan Budaya sebagai media pembentukan karakter bagi guru dan peserta didik era kenormalan baru.

Menurut dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS Surakarta itu, guru dan generasi di abad XXI ini harus mampu menguasai linguistik struktural dan fungsional untuk memahami enam literasi dasar, meliputi literasi menulis dan membaca, numerik, keuangan, digital, sains serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

“Sudah selayaknya kita mewujudkan gerakan literasi nasional, gerakan literasi sekolah, gerakan literasi kampus dan gerakan literasi rajin menulis dan membaca (Ratulisa),” ujar Rohmadi yang juga Pegiat Literasi Arfuzh Ratulisa.

Masih terkait materi pemaparannya, Rohmadi tidak ketinggalan pula memberikan motivasi kepada peserta webinar, menurutnya jika anda ingin menjadi seorang mahasiswa, dosen, guru maka membacalah untuk menulis dan menulislah untuk dibaca umat sepanjang hayat.

Sementara pembicara lainnya, Suyadi San, S.Pd., M.Si dalam materi pemaparannya berjudul sastra dan kenormalan baru menyampaikan, bahwa sastra memiliki kekuatan untuk menghibur dengan adanya kata-kata yang menjadi komponen pentingnya, sastra memiliki potensi untuk mengajar.

“Pengajaran tidak mungkin berlangsung tanpa kata-kata, meskipun pendidikan lebih efektif disampaikan melalui tindakan,” katanya.

Serangkaian pelaksanaan webinar, diadakan juga perlombaan meliputi lomba cipta dan baca puisi pemenangnya Juara I. Depi Yanti Br. Tarigan, Juara II. M.Iqbal Nasution dan Juara III. Pradita Sugesti, sedangkan lomba pidato pemenangnya Juara I. Mhd. Ridho Sambas, Juara II. Gusti Dwi Anggraini dan Juara III. Sherly. (MS10)