Awal Pekan, Mata Uang Rupiah Menguat

mediasumutku.com| MEDAN- Pada perdagangan hari ini, mata uang rupiah mengalami penguatan. Belum terhenti laju penguatannya, dan diperkirakan rupiah akan terus menguat dan bisa menembus level 14 ribu per US Dolar. Hanya saja penguatan rupiah sejauh ini lebih dipengaruhi oleh euforia kemenangan Joe Biden atas Donald Trump.

Analis Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, sentimen fundamental yang real belum sepenuhnya belum terlihat. Artinya, rupiah menguat belum ditopang oleh fundamental yang kuat. Sehingga, rupiah saat ini penguatannya terbilang masih rapuh. Perlu diperkuat dengan adanya sentimen yang benar-benar menjadi penyangganya.

“Karena sekalipun Biden menang, namun kita belum mengetahui secara persis apa yang dilakukan Biden nantinya terkait dengan program-program ekonomi yang dibuat,”katanya, Senin (9/11/2020).

Jadi belum tau sepenuhnya apa yang menjadi program Biden selanjutnya. Sejauh ini kita masih berekspektasi kalau Biden akan lebih melunak dibandingkan dengan Trump dalam segala kebijakan yang dibuat nantinya. Tetapi tidak ada satupun yang bisa memastikan hal itu semua.

“Semua yang terjadi bisa saja yang sebaliknya. Dan saya sangat yakin kalau penguatan rupiah sejauh ini belum akan membentuk tren positif dalam jangka panjang. Bisa jadi hanya besifat sementara, meskipun tidak menutup kemungkinan akan menguat untuk waktu yang lama,” ujarnya.

Beberapa sikap optimis yang ditunjukan pasar sejauh ini adalah gelontoran dana masuk ke pasar keuangan domestik seiring dengan terpilihnya Biden. Sejauh ini pasar melihat ada peluang Biden akan mempertimbangkan perang dagang, yang bisa saja membuat capital inflow masuk ke pasar keuangan di negara berkembang termasuk Indonesia.

“Kita hanya berharap inflow di pasar negara berkembang ini bisa berlanjut setelah Biden terpilih. Dan sejauh ini harapannya masih disitu. Nah kita nantikan kebijakan Biden khususnya di bidang Ekonomi. Mudah mudahan tidak jauh berbeda dari ekspektasi pelaku pasar sejauh ini,” pungkasnya. (MS11)