Tanah Pemakaman Longsor, Penampakan Jasad Berbalut Kafan Bikin Geger

Medisumutku.com | ASAHAN –Warga Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan dibuat geger setelah ditemukannya bungkusan kain kafan yang menggantung pada bibir tebing yang longsor di seputar Tempat Pemakaman Umum (TPU), persisnya di blok N55 area perkebunan HGU PT Brigestone.

Salah seorang warga setempat, Zainudin membenarkan penampakan bundelan kain kafan tersebut, diduga kuat jenasah yang telah meninggal dan dikebumikan beberapa bulan terakhir. Namun, karena longsor pada sebagian makamnya, hingga jasadnya menggantung dan nyaris jatuh ke bibir jurang berkedalaman puluhan meter.

“Kejadiannya itu hari Kamis kemarin. Sempat bikin heboh juga. Tapi sekarang makam itu sudah dipindahkan sama keluarga dibantu pihak kebun, ada billal mayit juga,” ucapnya, Senin (9/11/2020).

Ia menambahkan, longsornya kawasan taman pemakaman umum Muslim ini diduga akibat tergerus air hujan yang berkapasitas tinggi. Beberapa makam juga nyaris hilang terbawa longsor kalau tidak segera dipindahkan. Cepat atau lambat masalah ini harus ditanggulangi karena dampak longsor bisa saja meluas karena tanah pekuburan yang labil dan mengancam makam yang lainnya.

Lebih lanjut, warga juga mengungkapkan, tanah longsor sudah terjadi sejak lama. Awalnya, cuma sedikit longsor, namun karena hujan yang begitu tinggi maka tanah kuburan yang dekat jurang tergerus oleh air, sehingga longsor semakin lebar dan mengenai pemakaman yang ada.

Informasi dihimpun, pekuburan muslim ini telah ada puluhan tahun lalu, dan memiliki luas kurang lebih 3.000 meter persegi. Sementara itu diperkirakan ada sekitar 200 lebih jenazah yang dimakamkan disini sejak puluhan tahun lalu.

“Kejadian longsor ini bukan sekali dua kali, tapi sering. Cuma sedikit-sedikit akhirnya sampai ke pemakaman,” ungkap Zainudin.

Sementara itu, kondisi pekuburan saat ini sudah dilakukan pemindahan beberapa makamnya yang terancam longsor melibatkan pihak Perkebunan. Hal itu diterangkan oleh salah satu petugas bilal mayit desa, Aziz Pohan.

“Satu jenazah tergantung sudah teridentifikasi oleh ahli waris. Tadi juga pihak keluarga ikut mengiringi pemindahan,” ujar Aziz Pohan.

Sementara itu, untuk mencegah kejadian serupa pihak perkebunan dan pemerintahan desa setempat terus mencari informasi pemilik makam yang rawan longsor agar segera memindahkan ke tempat lain. Kemudin upaya pencegahan longsor akan dilakukan pembentengan dan penanaman pohon. (MS10)