Terpilihnya Joe Biden, Belum Mengubah Ketegangan Perdagangan China dan AS

mediasumutku.com|MEDAN- Ekonom Senior M Chatib Basri menilai, terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden AS beberapa waktu lalu belum tentu akan mengubah ketegangan perdagangan antara China dan AS. Ia mengatakan, 443perang dagang ini memang punya pengaruh pada harga komoditas dan energi.

“Jika perang dagang berakhir, harga komoditas bisa naik, maka pendapatan usaha atau revenue di Sumut bisa naik. Tapi sepertinya kita harus bersabar karena ketegangan Perdagangan Amerika dengan China bukan soal Trump atau Biden,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Dikatakannya, ini adalah soal Amerika berhadapan dengan China. Sulit mengharapkan ekonomi China akan recovery segera sehingga harga CPO, batubara, energi, dan komoditas belum akan naik segera. Penerimaan pajak juga tidak akan mudah beberapa bulan ke depan.

Terkait dengan penerimaan pajak ia mengatakan salah satu masalah dalam pajak adalah ketergantungan pada penerimaan dari corporate tax atau pajak korporasi. Untuk itu, penting adanya transformasi dari corporate tax kepada individual income tax yang lebih stabil.

“Sebagian besar corporate tax kita disumbangkan oleh perusahaan yang aktivitasnya di dalam sumber daya alam. Akibatnya ketika energi dan komoditi mengalami penurunan maka perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kerugian sehingga pembayaran pajaknya juga mengalami penurunan,” jelasnya.

Ketergantungan akan corporate tax ini yang juga menjadi penyebab pertumbuhan dari penerimaan pajak nasional mengalami -17% saat pandemi Covid-19.

“Tetapi seandainya ke depan jika transformasi bisa dilakukan kita bisa lebih banyak tergantung kepada individual income tax yang pendapatannya dapat dari gaji. Gaji itu fluktuasinya relatif lebih kecil dibandingkan corporate tax. Jadi transformasi ini menjadi sangat penting,” katanya.

Ia mengatakan, transformasi ini bukan hanya secara nasional tapi juga di Sumut.

“Dugaan saya di Sumut kontribusi dari corporate tax jauh lebih besar dibandingkan individual income tax. Ini juga yang membuat ketika harga CPO drop, maka implikasinya penerimaan pemerintah juga mengalami penurunan. Maka kita harus melakukan transformasi ke depan,”pungkasnya (MS11/foto: ilustrasi/int)