Pandemi Kian Merebak Bulungan Tunda Sekolah Tatap Muka

mediasumutku.com | BULUNGAN – Mengacu perkembangan wabah Covid-19 di Kabupaten Bulungan, pemerintah setempat menunda pelaksanaan sekolah tatap muka setingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Januari 2021.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga menawarkan pilihan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), selain sekolah bertatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan, Jamaludin Saleh mengatakan, penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) itu mengacu pada perkembangan kasus Covid-19 beberapa minggu terakhir.

“Sesuai dengan kalender pendidikan tahun ajaran 2020/2021, belajar tatap muka di sekolah setingkat SD dan SMP mulai digelar pada 4 Januari 2021. Namun, kegiatannya ditunda,” ujarnya Sabtu (2/01/2021).

Sampai akhir Desember 2020, Kalimantan Utara (Kaltara) bertambah 55 kasus baru positif covid-19. Penambahan terjadi di Kota Tarakan dan Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Di Tarakan, 38 kasus baru, berasal dari transmisi lokal dengan 25 kasus. Di Kabupaten Bulungan, terdapat penambahan 17 kasus baru, 14 kasus di antaranya dari transmisi lokal.

Awal Desember, Bupati Bulungan, Sudjati meninggal setelah terjangkit Covid-19. Ia wafat dalam usia 66 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soemarno Sosroatmodjo Bulungan, Selasa (8/12/2020) sekitar pukul 11.25 Wita.

Sudjati, yang sempat menjalani isolasi mandiri di rumah dinasnya, sempat dilarikan ke RSUD Bulungan pada Senin (7/12/2020) karena kondisi kesehatannya memburuk.

Jamaludin mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang meminta agar satuan pendidikan melaksanakan belajar mengajar jarak jauh, atau belajar dari rumah secara daring.

“Kondisi saat ini, kasus Covid-19 di Bulungan terus bertambah. Untuk melindungi anak didik dan guru rencana sekolah tatap muka ditunda,” ujarnya.

Ia melanjutkan, proses belajar kembali dilakukan sama seperti pada semester pertama yakni belajar di rumah dengan sistem daring.

“Sambil menunggu petunjuk, satuan pendidikan akan kami evaluasi kesiapan sarana prasarananya termasuk protokol kesehatan yang sudah dipersiapkan oleh sekolah masing-masing,” tegasnya.

Ia menambahkan, penerapan belajar tatap muka di sekolah pada Januari 2021 mengacu pada surat yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, yang menyatakan sekolah tatap muka boleh dilakukan per Januari 2021.

“Sebelumnya kami telah membuat skenario dan berbagai persiapan berdasarkan keputusan bersama empat menteri yang membolehkan pembelajaran tatap muka,” kata Jamaludin.

Belum lama ini Mendikbud mengatakan, PJJ alternatif selain sekolah tatap muka sudah dilakukan sebelumnya selama masa pandemi di tahun 2020.

Pilihan alternatif ini bisa dilakukan jika Pemerintah Daerah, sekolah atau orang tua tak ingin menerapkan sekolah tatap muka.

Jamaludin menegaskan, satuan pendidikan dilarang menggelar belajar tatap muka sebelum mendapatkan ijin dari disdikbud Bulungan.

(MS9/Siberindo)